Oleh: Rio Setiawan, S.T., M.T
Dosen Universitas Garut
Perkembangan teknologi mengalami perkembangan yang cukup pesat di semua sektor kehidupan, salah satunya dalam bidang kesehatan. Inovasi dalam kesehatan mengubah cara kita dalam mendiagnosis, merawat, bahkan memonitoring kesehatan. Salah satunya adalah banyaknya aplikasi online yang memungkinkan kita bisa langsung berinteraksi dengan dokter, bidan, atau rumah sakit menanyakan keluhan, jadwal dokter/bidan yang tersedia dan lain sebagainya.
Berikut 3 inovasi teknologi dalam bidang kesehatan saat ini :
- Telemedicine:Seperti yang sudah diinfo sebelumnya, inovasi yang memungkinkan pasien dan tenaga medis (dokter, bidan, dan perawat) bisa berinteraksi secara jauh menggunakan teknologi saat ini seperti chatbot, aplikasi dokter online (bisa chat langsung dengan dokter). Inovasi ini selain menghemat biaya transfortasi juga efisiensi waktu, jika masih sifatnya hanya bertanya dan berkonsultasi tapi tetap tindakan lebih lanjut harus di cek langsung secara fisik oleh tenaga medis tersebut
- Pengunaan Robot dalam Pelayanan Kesehatan:Pandami Covid-19 membuat interaksi dengan manusia dikurangi, bahkan tenaga medis harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Saat situasi seperti ini diperlukan inovasi teknologi salah satunya penggunaan robot dalam berinteraksi dengan pasien salah satunya dalam mengantarkan obat, makanan dan minuman. Jika dilakukan dengan bantuan robot kemungkinan penyebaran virus tersebut tidak akan berkembang dikalangan tenaga medis.
- Internet of Things (IoT) Device:IoT juga saat ini merambah dalam dunia kesehatan, seperti pengaturan suhu dalam ruang medis, pemakaian listrik sesuai standar daan penggunaan smartwatch untuk mengukur jarak dalam kita berolahraga. Kedepannya akan semakin banyak IoT device yang mendukung dalam kesehatan terutama dalam pencegahan penyakit.
Tiga inovasi diatas hanyalah beberapa bagian dari inovasi yang sudah dikembangkan dalam dunia kesehatan saat ini. Masih banyak inovasi seperti peralatan untuk cek kondisi Rahim yang disebut dengan Ultrasonografi (USG) yang sudah bisa melihat secara 3D maupun 4D sehingga mempermudah dokter atau bidan melihat kondisi kehamilan. Pertanyaan besarnya adalah apakah nanti teknologi ini bisa menggantikan 100% peran tenaga medis dalam melayani layanan kesehatan ?, menurut penulis jawabannya tidak bisa menggantikan 100%, karena teknologi hanya sifatnya membantu/supporting. Hal ini disebabkan yang namanya teknologi adalah buatan manusia, namun pelaku di dunia kesehatan harus melek teknologi, harus bisa belajar dan mengikuti trend yang ada saat ini.
Salah satu yang dikembangkan pada saat nanti adalah Artificial Intelegence (AI). Contohnya sebagai berikut:
- Simulasi operasi yang digunakan untuk membuat membantu dokter dalam merencanakan prosedur kompleks.
- Memodelkan penyebaran virus seperti COVID-19, sehingga Pemerintah dan Organisasi Kesehatan memperoleh rekomendasi untuk pengambilan keputusan dan menyusun langkah mitigasi yang tepat.
- Dengan analisis data genetik dan medis, AI dapat membantu merancang perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu (precision medicine).
Tantangan kedepan didalam teknologi kesehatan kini dan nanti adalah mengenai privasi dan keamanan data pasien, dokter, rumah sakit, maupun pelaku di dunia kesehatan, bisa saja dengan adanya teknologi yang disebutkan diatas, data security menjadi concern utamanya.
Mari kita bersama-sama meningkatkan keilmuan kita terutama para tenaga medis kita agar bisa mengikuti dan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi jika kita tidak mau tertinggal dengan degara lain.





