Buka Rakerda LP3K Staf Ahli Gubernur Papua Ingatkan Soal Efisiensi Anggaran

Staf Ahli Gubernur Papua Hosea Murib saat membacakan sambutan

Jayapura, Indotimur –

Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Otsus Provinsi Papua Hosea Murib mewakili Gubernur Provinsi Papua secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II yang digelar  Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik (LP3K) Provinsi Papua. Jumat malam (21/3/2024).

Kegiatan yang berlangsung di Jayapura berlangsung selama dua hari 21 – 22 Maret ini dalam sambutannya Hosea menjelaskan sesuai aturan yang ditetapkan dalam statute, Rapat Kerja Daerah ini wajib dilakukan sebelum pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani). Dalam hal ini terkait dengan Pesparani II Tingkat Provinsi Papua.

“Sebagaimana dalam pernyataan saya saat musyawarah daerah tahun lalu. Pelaksanaan Pesparani II Tingkat Provinsi Papua nantinya harus dipersiapkan dengan baik. Hal ini sangat terkait dengan situasi dan kondisi actual yang pasti sudah diketahui dan pahami,”ujarnya mengingatkan.

Lanjutnya melalui penerbitan Inpres Nomor 1 tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran, Pemerintah Pusat saat ini tengah berupaya melakukan efisiensi anggaran melalui berbagai kebijakan. Termasuk juga di lingkungan Pemprov Papua, yang berdampak pada efisiensi anggaran.

Uskup Jayapura Mgr Yanurius You saat foto bersama Kabid Binmas Katolik dan Staf Ahli Gubernur Papua serta Ketua LP3K Papua
Uskup Jayapura Mgr Yanurius You saat foto bersama Kabid Binmas Katolik Franciskus Lasomae dan Staf Ahli Gubernur Papua Hosea Murib, Ketua LP3K Papua Elpius Hugi serta Ketua Panitia Rakerda Julius Oemboro. (foto : Dom/Humas LP3K Papua)

“Dengan nilai cukup besar, yaitu Rp. 291 milyar. Selain itu sesuai Keputusan Mahkamah Konstitusi, untuk Provinsi Papua melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Dimana pemerintah provinsi bersama KPU dan Bawaslu dan juga keamanan menyepakati anggaran senilai Rp. 189 milyar,”jelasnya.

Oleh karena itu dalam kesempatan ini dirinya menghimbau kepada jajaran pengurus LP3K Provinsi Papua dan kabupaten/kota yang hadir pada Rakerda ini untuk bersama – sama memikirkan konsep yang tepat bagi pelaksanaan Pesparani II Tingkat Provinsi Papua yang juga akan digelar di tahun yang sama.

“Kita pilih mekanisme yang terbaik, sehingga tidak melupakan esensi dasar yaitu pembinaan music liturgi gereja dan pengumatan Kitab Suci,”pesannya.

Dikesempatan itu, dirinya mengajak semua peserta Rakerda yang hadir untuk bersama – sama memikirkan pengembangan LP3K Provinsi Papua, sehingga upaya pengembangan kekayaan seni budaya dalam rangka memperkaya khasanah seni budaya gerejani dapat direalisasikan dengan baik dan penerapan music serta lagu – lagu gerejani sebagai sarana untuk memuji Tuhan dan memupuk rasa persaudaraan sebagai ungkapan kesetiaan kepada Tuhan YME dapat diwujudkan.

Sebagian Peserta Rakerda LP3K Provinsi Papua
Sebagian Peserta Rakerda LP3K Provinsi Papua (foto : Dom/LP3K Papua)

Ikut Kena Imbas

Sementara itu Kakanwil Provinsi Papua diwakili Kabid Binmas Katolik Hans Y Somar mengingatkan kepada para peserta raker bahwa pelaksanaan Pesparani II Tingkat provinsi tinggal menghitung bulan. Maka perlu melakukan persiapan-persiapan untuk memastikan penyelenggaraan Pesparani tingkat provinsi nanti bisa berjalan dengan baik dan lancar. Dengan melakukan mitigasi terhadap resiko-resiko atau kendala-kendala yang mungkin akan dihadapi dalam pelaksanaannya nanti.

“Sehingga jauh-jauh hari kita sudah dapat mengantisipasi segala persoalan yang mungkin nanti dapat menghambat lancarnya pelaksanaan kesetaraan di tingkat provinsi,”ujarnya.

Saat ini kita semua dihadapkan dengan berbagai tantangan, berbagai persoalan. Baik di tingkat provinsi dengan persoalannya masing-masing. Tetapi juga di tingkat kabupaten dan kota pasti juga menghadapi sejumlah kendala atau persoalan yang perlu untuk dikomunikasikan.

Untuk itu  pada kesempatan yang baik ini Rakerda ini menjadi kesempatan emas untuk menyusun formulasi yang pas, untuk bagaimana nanti dapat melaksanakan atau menyelenggarakan Pesparani II Tingkat Provinsi Papua di Kabupaten Biak Numfor.

Untuk itu Kanwil Kementerian Agama melalui Bidang Binmas Katolik siap memberikan dukungan penuh untuk pelaksanaan ini di dalam berbagai cara.

“Bapak Kakanwil menginstruksikan kepada kami untuk terus melakukan berbagai hal yang dapat memberikan dukungan. Antara lain juga dengan menginstruksikan kepada para kepala seksi di kabupaten/kota untuk terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan LP3K yang juga dilakukan di kabupaten/kota,”himbaunya.

Diakuinya efisiensi anggaran memberikan dampak yang luar biasa. Bahwa semua penyelenggaraan kegiatan di tahun ini pasti akan merasakan dampak terhadap pelaksanaan efisiensinya. “Salah satunya di Kementerian Agama di Binmas Katolik pada Musda kemarin. Pastor Paul bertanya dari Kementerian Agama ada sumbangan berapa. Ya walaupun nilainya kecil. Ya saya waktu sampaikan Rp. 200. Tetapi kemarin sekitar 20 persen terkena efisiensi. Walaupun ada masih ada sedikit. Tetapi juga terdampak,”akunya.

Selain itu juga pihaknya memberikan dukungan untuk operasional melalui seksi-seksi Kemenag di kabupaten dan kota walaupun nilainya terbatas.  Tetapi dengan harapan bahwa ini juga dapat mendukung pelaksanaan rapat-rapat atau kerja-kerja LP3K di kabupaten dan kota.

“Kepala Kantor Wilayah menitipkan pesan bahwa selamat menyelenggarakan rapat kerja untuk dapat menghasilkan keputusan penting. Terkait dengan pelaksanaan Pesparani Provinsi Papua yang kedua di Biak,”pungkasnya. (Julia)

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi