Jayapura — Indotimur
Pemerintah Provinsi Papua menutup tahun 2025 dengan catatan optimisme. Di tengah dinamika nasional dan global yang penuh tantangan, Papua dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menyiapkan fondasi transformasi pembangunan menuju 2026.
Dalam refleksi akhir tahun yang disampaikan di Jayapura, Selasa (31/12/2025), Gubernur Papua menyebut sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif.
Pertumbuhan ekonomi Papua pada triwulan III 2025 tercatat mencapai 4,21 persen, tertinggi di kawasan Papua. Sementara inflasi tetap terkendali di angka 2,51 persen (year on year), dengan inflasi November 2025 hanya 0,08 persen.
“Ini menunjukkan ketahanan ekonomi Papua semakin membaik, meski kita berada di tengah tekanan ekonomi global,” ujar Gubernur.
Di sektor kesehatan, angka harapan hidup masyarakat Papua mencapai 70,77 tahun. Namun pemerintah mengakui masih ada pekerjaan rumah besar, terutama prevalensi stunting yang berada di angka 28,6 persen. Penurunan stunting tetap menjadi prioritas melalui intervensi yang lebih terarah dan berbasis kebutuhan lapangan.
Sepanjang 2025, Pemprov Papua juga meraih TPID Award 2025, sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Selain itu, penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pemerataan pembangunan antarwilayah terus digenjot.
Arah Pembangunan 2026
Memasuki 2026, Pemerintah Provinsi Papua menetapkan visi besar “Transformasi Papua yang Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni.” Visi ini dijabarkan ke dalam sejumlah prioritas strategis, mulai dari penguatan tata kelola pemerintahan yang responsif dan akuntabel, peningkatan kualitas SDM Papua yang unggul dan inklusif, penurunan kemiskinan, hingga pemantapan keamanan dan kedamaian daerah.
Pemerataan pembangunan dan konektivitas antarwilayah juga menjadi fokus, seiring penguatan ekonomi rakyat berbasis potensi lokal.
Di sektor ketahanan pangan, Pemprov Papua menjalankan program cetak sawah, termasuk pengembangan kawasan pertanian seluas 640 hektare di Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi.
Program ini diperkuat dengan pengembangan peternakan, penyediaan sarana produksi pertanian, serta penguatan pascapanen.
Pada bidang kesehatan dan sosial, pemerintah terus meningkatkan kualitas layanan ibu dan anak, memperkuat fasilitas kesehatan, serta menyiapkan program Kartu Kasih bagi ibu hamil dan jaminan sosial bagi lanjut usia.
Program mudik gratis Natal dan Tahun Baru juga kembali dilaksanakan sebagai bentuk kehadiran negara dalam pelayanan sosial.
Sinergi dengan Pemerintah Pusat
Pemprov Papua turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia atas dukungan berbagai program strategis nasional.
Di antaranya Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan tiga juta rumah, Koperasi Merah Putih, layanan cek kesehatan gratis, pembangunan rumah sakit vertikal, hingga pengembangan sekolah rakyat.
Menutup refleksi akhir tahun, Gubernur Papua mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong sebagai modal utama pembangunan.
“Papua akan terus melangkah maju dengan semangat persatuan dan kasih. Tahun 2026 harus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama menuju Papua yang lebih sejahtera, adil, dan bermartabat,” tegasnya.
Pemprov Papua juga menyampaikan duka cita atas berbagai musibah yang terjadi sepanjang 2025, termasuk kecelakaan laut di Kabupaten Kepulauan Yapen, serta mengajak masyarakat memperkuat solidaritas dan nilai-nilai kemanusiaan.




