Jayapura, Indotimur –
Memasuki tahun 2026, BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat Papua untuk memastikan status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap aktif dengan membayar iuran secara rutin. Kepesertaan yang aktif menjadi fondasi utama agar peserta dapat memperoleh layanan kesehatan secara optimal, baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun rujukan lanjutan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Hernawan Priyastomo, menegaskan bahwa kepatuhan peserta dalam membayar iuran merupakan faktor penting untuk menjaga keberlangsungan perlindungan kesehatan melalui Program JKN.
“Memasuki tahun 2026, kami mengingatkan masyarakat agar memastikan kepesertaan JKN tetap aktif dengan membayar iuran tepat waktu. Kepesertaan yang aktif akan menjamin peserta memperoleh pelayanan kesehatan tanpa kendala ketika membutuhkan,” ujar Hernawan.
Ia menjelaskan, saat ini pembayaran iuran JKN dapat dilakukan melalui lebih dari satu juta kanal pembayaran yang tersebar di seluruh Indonesia. Kanal tersebut mencakup perbankan, kantor pos, minimarket, layanan dompet digital, hingga berbagai aplikasi perbankan dan pembayaran daring.
Dengan banyaknya pilihan kanal pembayaran tersebut, BPJS Kesehatan berharap masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban pembayaran iuran.
Selain itu, Hernawan juga mendorong peserta untuk memanfaatkan fitur autodebet. Melalui fitur ini, pembayaran iuran akan dilakukan secara otomatis setiap bulan dari rekening bank atau dompet digital yang telah didaftarkan. Fitur autodebet dinilai sebagai solusi praktis, terutama bagi peserta yang kerap lupa membayar iuran.
“Autodebet menjadi solusi agar peserta lebih tenang dan tidak khawatir lupa membayar iuran. Dengan kepesertaan yang selalu aktif, perlindungan kesehatan bagi peserta dan keluarganya tetap terjaga,” tambahnya.
Manfaat Program JKN juga dirasakan langsung oleh Yulia Annette Adriene Windessy, seorang guru honorer asal Kabupaten Jayawijaya yang terdaftar sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) oleh Pemerintah Pusat. Saat ini, Yulia tinggal bersama orang tuanya di Kotaraja, Gang Melati, Kota Jayapura.
Yulia mengungkapkan bahwa dirinya mendatangi Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jayapura pada Senin (5/1/2026) untuk mengalihkan fasilitas kesehatan dari Kabupaten Jayawijaya ke Kota Jayapura. Menurutnya, pelayanan BPJS Kesehatan tetap sigap meskipun masih dalam suasana awal tahun baru.
“Saya senang karena dilayani dengan baik. Ke depan anak saya akan berobat di Jayapura, sehingga hari ini saya mengalihkan fasilitas kesehatan yang sebelumnya terdaftar di Kabupaten Jayawijaya ke Kota Jayapura,” ungkap Yulia.
Ia juga menceritakan pengalamannya saat menjalani pengobatan malaria dengan memanfaatkan JKN. Menurutnya, pelayanan yang diterima sangat membantu proses pemulihannya.
“BPJS sangat penting bagi saya. Saya pernah sakit malaria tropika dan tersiana plus dua dan dilayani dengan sangat baik. Proses pendaftaran mudah, dokter sangat tanggap, dan semua obat yang dibutuhkan tersedia. Selain itu, kedua anak saya juga selalu terbantu karena setiap sakit menggunakan BPJS tanpa kendala,” jelasnya.
Yulia berharap BPJS Kesehatan terus hadir dan konsisten melayani masyarakat, khususnya warga yang belum memiliki pekerjaan tetap atau tergolong kurang mampu.
“Harapan saya BPJS Kesehatan tetap setia melayani kami masyarakat kecil. Terima kasih juga kepada pemerintah daerah dan rumah sakit yang selama ini setia melayani kami,” tutupnya. (Julia)





