Tolikara — Indotimur
Derasnya kritik yang dialamatkan kepada pemerintahan baru Kabupaten Tolikara akhirnya ditanggapi Wakil Bupati Yotam Wonda.
Melalui unggahan di media sosial, Yotam menyampaikan curahan hati sekaligus penegasan bahwa roda pemerintahan yang mereka jalankan masih berada pada fase awal.
Yotam mengungkapkan, masa kepemimpinan bersama Bupati Tolikara baru berjalan sekitar 10 bulan 23 hari.
Sebuah rentang waktu yang menurutnya belum cukup untuk menilai keberhasilan atau kegagalan sebuah pemerintahan yang memulai dari kondisi dasar.
“Kami baru mulai. Baru 10 bulan 23 hari memulai dari titik nol. Kami akan bekerja dan terus melayani masyarakat Tolikara selama lima tahun,” tulis Yotam.
Ia menilai, kritik yang berkembang belakangan ini cenderung tergesa-gesa dan tidak memberi ruang bagi proses pembangunan yang memang membutuhkan waktu.
Visi dan misi yang dijanjikan saat kampanye, kata Yotam, tidak mungkin diwujudkan secara instan.
“Jangan panas-panas tai ayam lalu langsung buat kesimpulan bahwa kami gagal,” ujarnya lugas.
Yotam juga mengajak masyarakat untuk bersabar dan memberi kesempatan hingga masa kepemimpinan lima tahun berjalan penuh.
Penilaian yang adil, menurutnya, seharusnya dilakukan di akhir periode, bukan saat pemerintahan masih dalam tahap penataan.
“Tunggulah kami wujudkan visi dan misi sesuai janji kampanye. Setelah lima tahun, baru kalian berikan penilaian,” tulisnya.
Unggahan tersebut ditutup dengan nada santai namun tegas. Yotam bahkan menyelipkan humor, menanggapi tudingan kegagalan yang ia anggap berlebihan.
“Lucu rasanya kalau kami baru mau memulai, sudah disimpulkan gagal dan disuruh mundur,” tulisnya, disertai emoji tertawa.
Curhatan Wakil Bupati Tolikara itu pun menuai beragam reaksi warganet. Sebagian mendukung dan meminta publik lebih sabar menunggu hasil kerja pemerintah daerah.
Namun, tidak sedikit pula yang mengingatkan bahwa masa 100 hari kerja sejatinya dapat menjadi pijakan awal untuk memetakan arah pembangunan lima tahun ke depan.
Di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya meminta kesabaran, tetapi juga menunjukkan gerak cepat dan kekompakan antara bupati dan wakil bupati.
Harapannya, keduanya dapat berjalan seirama dalam menerbangkan Tolikara menuju perubahan yang nyata sesuai janji politik yang telah disampaikan.




