Jayapura, Indotimur —
Pemerintah Kota Jayapura melalui Bagian Umum Setda tengah mengevaluasi layanan bus antar jemput Aparatur Sipil Negara (ASN) menyusul kenaikan harga bahan bakar jenis Dexlite yang dinilai berdampak signifikan terhadap biaya operasional.
Kepala Bagian Umum Setda Kota Jayapura, Andi Mappiguna, mengatakan selama ini pemerintah menyediakan layanan transportasi bagi ASN guna mendukung mobilitas kerja dari rumah ke kantor maupun sebaliknya.
Namun, lonjakan harga Dexlite membuat biaya operasional meningkat cukup tajam di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah daerah.
“Selama ini bus pemerintah melayani ASN pulang-pergi kantor dengan menggunakan Dexlite. Dengan adanya kenaikan harga, tentu sangat berdampak pada biaya operasional, apalagi di tengah upaya efisiensi,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Dijelaskannya untuk trayek dalam kota, konsumsi bahan bakar mencapai sekitar Rp. 650 ribu per hari untuk perjalanan pulang-pergi. Sementara trayek luar kota seperti menuju Distrik Muara Tami dan Sentani dapat mencapai sekitar Rp. 950 ribu per hari.
Menurutnya, pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas layanan, khususnya terkait jumlah penumpang pada setiap rute.
“Jika dalam satu trayek jumlah ASN yang menggunakan layanan kurang dari 10 orang, maka dinilai tidak efisien dan berpotensi untuk ditinjau ulang,” katanya.
Sebagai bagian dari evaluasi, pihaknya telah berkoordinasi dengan para sopir bus untuk mendokumentasikan jumlah penumpang pada setiap perjalanan. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan selanjutnya.
“Hasil evaluasi ini nantinya akan kami laporkan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah selanjutnya,” tambahnya.
Selain kenaikan harga bahan bakar, sistem pembayaran BBM yang dilakukan setiap dua minggu sekali juga dinilai menambah tekanan biaya operasional dalam jangka pendek.
Di sisi lain, kebijakan Work From Home (WFH) yang diberlakukan setiap hari Jumat turut memengaruhi operasional layanan, karena pada hari tersebut bus antar jemput ASN tidak dijalankan.
Pemerintah Kota Jayapura berharap evaluasi ini dapat menghasilkan kebijakan transportasi ASN yang tetap menjaga pelayanan, namun lebih efisien dan berkelanjutan di tengah dinamika harga energi. Kenaikan harga Dexlite sendiri juga mulai dirasakan berbagai sektor transportasi di Papua dalam beberapa pekan terakhir. (clo/iing)





