Jayapura – Indotimur
Musyawarah Wilayah (Muswil) I Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Papua Pegunungan resmi menetapkan H. Abdul Rajab sebagai Ketua DPW PPP Papua Pegunungan periode 2026–2031. Penetapan dilakukan secara aklamasi dalam Muswil yang berlangsung pada 10–11 Januari 2026.
Aklamasi tercapai setelah mayoritas peserta Muswil menyatakan dukungan penuh kepada H. Abdul Rajab. Tercatat, delapan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) secara resmi memberikan dukungan, sehingga forum sepakat menetapkannya tanpa melalui proses pemungutan suara.
Muswil I DPW PPP Papua Pegunungan berlangsung dalam suasana kondusif, hangat, dan penuh kekeluargaan. Forum ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi sekaligus penguatan struktur partai di wilayah Papua Pegunungan sebagai daerah otonomi baru hasil pemekaran.
Selain menetapkan ketua DPW, Muswil juga membentuk tim formatur yang terdiri dari unsur DPP PPP, unsur DPW, serta perwakilan tiga DPC, masing-masing DPC Tolikara, DPC Yahukimo, dan DPC Jayawijaya. Tim formatur ini diberi mandat untuk menyusun struktur kepengurusan DPW PPP Papua Pegunungan periode 2026–2031.
Terpilihnya H. Abdul Rajab secara aklamasi dinilai mencerminkan soliditas dan kekompakan kader PPP di Papua Pegunungan. Dukungan mayoritas DPC menjadi sinyal kuat kepercayaan terhadap kepemimpinannya untuk membesarkan PPP di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan politik cukup berat tersebut.
Ditemui usai Muswil, H. Abdul Rajab menjelaskan bahwa pelaksanaan Muswil sempat mengalami penyesuaian jadwal. Awalnya dijadwalkan pada 5–6 Januari, namun diundur menjadi 10–11 Januari agar dapat dilaksanakan secara kolektif bersamaan dengan Muswil PPP se-Papua Raya.
“Karena kita ingin kompak se-Papua Raya, maka Muswil diundur. Kebetulan juga Ketua Umum DPP PPP H. Muhammad Mardiono hadir bersama rombongan pengurus DPP, serta dihadiri gubernur, wali kota, dan wakil wali kota,” ujarnya.
H. Abdul Rajab menyebutkan, sebelum Muswil dirinya masih berstatus pelaksana tugas (Plt). Melalui Muswil I ini, ia resmi dan definitif dipercaya memimpin DPW PPP Papua Pegunungan.
“Ini sejarah bagi kami. Muswil pertama setelah pemekaran Papua Pegunungan, dan saya dipercaya secara aklamasi sebagai ketua definitif,” kata dia.
Ke depan, H. Abdul Rajab berharap seluruh jajaran pengurus DPW dan DPC tetap solid, kompak, dan bekerja serius memperkuat basis PPP hingga ke akar rumput.
Ia juga menyinggung tantangan berat verifikasi faktual KPU di wilayah pegunungan yang sebagian besar hanya dapat dijangkau dengan transportasi udara.
“Medan kita berat, biaya politik tinggi, dan kita juga minoritas. Tapi dengan kekompakan, kerja kolektif, dan sinergi dengan arah kebijakan DPP, PPP harus tetap hadir dan berperan dalam pembangunan Papua Pegunungan,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, DPW PPP Papua Pegunungan akan segera menuntaskan penyusunan struktur kepengurusan. Sejumlah kader yang telah dua periode memimpin di tingkat DPC direncanakan masuk dalam kepengurusan DPW sebagai bagian dari penguatan organisasi.





