Jayapura, Indotimur –
Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano (BTM), mengingatkan seluruh Persipuramania bahwa skuad lama Persipura telah dibubarkan sehingga seluruh pemain yang sebelumnya terikat kontrak kini berstatus bebas dan dapat bergabung dengan klub lain.
BTM mengatakan dirinya telah meminta Manager Persipura, Owen Rahadiyan, untuk segera mencari pelatih baru sebagai langkah awal pembentukan tim menghadapi kompetisi mendatang.
“Saya sudah minta kepada Pak Owen selaku manager untuk yang pertama harus dilakukan adalah mencari pelatih. Setelah mendapat pelatih, maka Pak Owen dan pelatih akan berusaha mencari pemain untuk bergabung,” ujar BTM kepada wartawan di Jayapura, baru-baru ini.
Meski demikian, BTM menekankan pentingnya mempertahankan pemain-pemain muda potensial yang masih dibutuhkan tim sesuai kemampuan dan kualitas mereka.
Menurutnya, manajemen harus bergerak cepat agar para pemain muda tersebut tidak direkrut klub lain dengan nilai kontrak yang lebih tinggi.
“Jangan sampai mereka diambil dengan nilai kontrak yang tinggi. Kita juga butuh teman-teman yang berkualitas. Nanti Pak Owen sudah tahu dan mengantongi nama-nama pemain ke depan,” katanya.
Pada kesempatan itu, BTM juga menyampaikan refleksi Hari Ulang Tahun Persipura Jayapura ke-63. Ia mengisahkan sejarah berdirinya klub kebanggaan masyarakat Papua tersebut yang diprakarsai oleh Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua sebagai wadah pemersatu anak-anak muda di tengah situasi politik saat itu.
BTM menyebut Papua dikenal melalui seni musik dan olahraga. Selain memiliki grup musik legendaris Black Brothers, Papua juga melahirkan Persipura sebagai simbol persatuan melalui sepak bola.
Ia menceritakan, sejumlah tokoh sepak bola Papua seperti almarhum Gasper Sibi, Youwe, dan Festus Yom berkumpul di rumah Mesak Koibur pada 25 Mei, yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Persipura Jayapura.
“Sepak bola adalah alat pemersatu dari Sabang sampai Merauke. Karena itu kami berharap seluruh Persipuramania tetap bersatu, saling mendukung dan tidak saling menjatuhkan,” ujarnya.
BTM juga menyinggung penggunaan jersey baru Persipura yang menurutnya tidak menentukan prestasi tim. Ia menegaskan keberhasilan klub lebih ditentukan kualitas pemain, kemampuan pelatih, dan kekompakan tim.
Selain itu, terkait sanksi yang diterima Persipura, pihak pengurus telah meminta manajemen untuk segera mengajukan banding. Menurut BTM, perangkat pertandingan dan tim tamu tetap aman selama pertandingan berlangsung, sementara insiden terjadi setelah laga berakhir di luar stadion.
“Kami berharap pihak yang mengambil keputusan bisa lebih jeli, arif, dan bijaksana dalam melihat persoalan ini,” tutupnya. (julia)





