Jayapura Indotimur, –
Walikota Jayapura Abisai Rollo bersama 400-an Kepala daerah dari seluruh Indonesia telah mengikuti retreat di Akademi Militer (Akmil) di Kota Magelang – Jawa Tengah, sehari setelah dilantik Presiden RI Prabowo Subianto.
Sempat dihubungi via telepon selularnya, ABR sapaan akrabnya menceritakan sedikit pengalamannya memasuki hari kelima retreat
“Saya terbangun mendengar bunyi terompet disubuh hari,”ceritanya.
Lanjutnya para kepala daerah ini dikumpulkan dalam satu lokasi di Lapangan Golf Borobudur di lingkungan Akmil.
“Kita tinggal dan menginap dalam tenda-tenda yang sudah disiapkan. Semua kepala daerah mulai dari Gubernur, Wali Kota dan Bupati ada sini dan tendanya masing-masing,”akunya.
Abisia Rollo menjelaskan, dalam satu tenda itu ada tiga kepala daerah yang tinggal. Fasilitas didalam tenda juga lengkap. Walaupun tidur di tenda. Namun dirinya mengaku merasa nyaman karena fasilitas juga lengkap.
Walikota Jayapura ini mengakui kegiatan ini sangat bagus karena disini semua kepala daerah diperlakukan sama.
“Kalau selama ini kita bangun Jam 06.00 pagi. Disini kita harus bangun Jam 04.30 subuh. Setelah bangun kita semua diarahkan ke lapangan untuk apel dan senam pagi bersama,”terangnya.
Dilanjutkan dengan sarapan. Setelah itu masuk ke ruangan kelas yang sudah disiapkan untuk ikut materi hingga Jam 10.00 malam.
“Untuk makanan semua sama tidak ada bedanya. Karena semuanya pakai kotak,”ungkapnya.

Paling berkesan bagi dirinya saat bangun harus bangun pagi pada Pukul 04:30 WIB. Kemudian saat tidur malam, mereka justru mematikan AC karena cuaca di Magelang sangat dingin ditambah hujan.
“Selama ini kita terbiasa bangun pagi Jam 06.00 atau paling lambat setengah tujuh pagi. Hari pertama memang berat, tetapi sekarang sudah terbiasa karena begitu dengar trompet kita langsung bangun,”ungkapnya.
Dalam tenda dirinya bersama dengan Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra dan Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoi.
“Kami bertiga dalam satu tenda. Kalau sudah selesai kegiatan, kita kembali ke tenda. Disitu kami hanya ngobrol sebentar kemudian lanjut tidur. Karena semua sudah lelah,”tuturnya.
Lanjutnya jika ada rasa lelah, apalagi harus bangun di subuh hari. Sehingga saat siang hari seusai makan ada rasa mengantuk.
Namun karena kegiatannya padat rasa mengantuk, itu pelan-pelan hilang dan muncul rasa semangat lagi ikut kegiatan.
Selama mengikuti retreat, para kepala daerah ini dididik. Seperti kebisaan militer melatih bangun pagi. Kemudian olahraga baru masuk ikut materi. Kemudian dihari Minggu semuanya wajib mengikuti ibadah.
“Kegiatan retreat ini bagus. Karena disini semua kepala daerah bisa saling berinteraksi satu sama lainnya. Awalnya mungkin kita tidak kenal. Sekarang kita bisa saling sapa dan bertukar pikiran. Kita juga saling tukar pikiran dan menceritakan daerah masing-masing,”kisahnya. (Julia)





