Jayapura, Indotimur –
Klasis Gereja Kristen Injili (GKI) Port Numbay menggelar Ibadah Pembukaan Tahun Pelayanan 2026 yang berlangsung khidmat pada Senin, 12 Januari 2026. Ibadah ini dihadiri para pelayan gereja serta Badan Pekerja Klasis (BPK) GKI Port Numbay.
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, SH, MH, dalam sambutannya menegaskan bahwa ibadah pembukaan tahun pelayanan menjadi momentum penting untuk merefleksikan nilai kepedulian sebagai fondasi kehidupan bergereja dan bermasyarakat.
“Kepedulian memiliki makna yang sangat luas dan mendalam. Ini adalah kesadaran untuk peduli kepada sesama manusia yang membutuhkan, termasuk kepedulian terhadap gereja dan masyarakat Kota Jayapura,” ujarnya.
Sebagai pemimpin pemerintahan sekaligus bagian dari gereja, Abisai Rollo menyampaikan bahwa dirinya memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam menghadirkan program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.
“Saya bagian dari gereja dan juga pemimpin pemerintahan. Saya juga seorang penatua. Kita semua bertanggung jawab untuk peduli kepada masyarakat Kota Jayapura melalui program-program pemerintah,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian alam sebagai tanggung jawab bersama seluruh warga kota.
“Kita harus peduli terhadap kebersihan dan alam. Ini tanggung jawab kita semua agar Kota Jayapura tetap aman, bersih, dan nyaman untuk ditinggali,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jayapura menegaskan peran strategisnya dalam tiga unsur kehidupan, yakni adat, gereja, dan pemerintahan.
“Dalam adat saya adalah Ondoafi, di gereja saya penatua, dan dalam pemerintahan saya Wali Kota Jayapura. Saya menjadi wali kota karena kehendak Tuhan. Siapa yang bekerja di ladang Tuhan, Tuhan akan pakai dia menjadi berkat bagi banyak orang,” ungkapnya.
Memasuki tahun 2026, Abisai Rollo menegaskan bahwa pembangunan Kota Jayapura tidak dapat berjalan tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya sangat mengharapkan dukungan seluruh masyarakat Kota Jayapura agar kita membangun kota ini bersama-sama untuk kemuliaan Tuhan,” ujarnya.
Ia juga menyatakan komitmen Pemerintah Kota Jayapura untuk mendukung pembangunan Kantor Klasis GKI Port Numbay.
“Pemerintah Kota Jayapura akan peduli dan mendukung pembangunan Kantor Klasis GKI Port Numbay. Semoga kantor ini menjadi tempat kita berkumpul dan berdoa agar Kota Jayapura terus diberkati,” katanya.
Sementara itu, Ketua Klasis GKI Port Numbay, Pdt. Andris Tjoe, M.Th, menyampaikan bahwa ibadah pembukaan tahun pelayanan menjadi awal komitmen gereja untuk menjalankan tugas kemanusiaan bersama pemerintah.
“Kami bersama pemerintah menjalankan tugas besar kemanusiaan, bagaimana menyelamatkan manusia dan menjaga alam ciptaan Tuhan,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh jemaat, masyarakat, dan pemerintah untuk terus membangun kolaborasi dalam kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Untuk Tahun Pelayanan 2026, Klasis GKI Port Numbay akan memfokuskan program pada isu kepedulian sosial, khususnya penanganan anak jalanan, HIV/AIDS, dan penyalahgunaan minuman keras.
“Di Kota Jayapura masih banyak anak jalanan, persoalan HIV/AIDS, dan kemabukan. Itu menjadi fokus perhatian kami. Kami ingin turun langsung melihat kondisi mereka, sekaligus memperhatikan lingkungan dan alam sekitar,” jelasnya.
Program-program tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama dan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Jayapura. Saat ini, Klasis GKI Port Numbay membawahi 51 jemaat, yang diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan pelayanan yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan di Kota Jayapura.(clo/iing)




