Jayapura, Indotimur –
Kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026 masih terus bergulir dan menyisakan sejumlah pertandingan penting. Namun dalam dua laga tandang terakhir, Persipura Jayapura—yang dikenal dengan julukan Mutiara Hitam—gagal meraih kemenangan maupun poin, sehingga memicu kekecewaan dari manajemen tim.
Manajer Persipura, Owen Rahadiyan, mengaku sangat kecewa dengan hasil tersebut, terlebih setelah sebelumnya tim meraih kemenangan besar atas Barito.
“Saya sangat kecewa dengan hasil dua pertandingan terakhir, terlebih setelah kemenangan besar atas Barito. Hasil ini tentu membuat perjalanan kita untuk mencapai target musim ini menjadi lebih berat, namun bukan berarti mustahil,” ujar Owen Rahadiyan dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, kekalahan tersebut harus menjadi pengingat keras bagi seluruh tim, khususnya para pemain, agar tidak cepat merasa puas.
“Kompetisi ini panjang, penuh tantangan, dan tidak memberi ruang bagi rasa lengah. Setiap pertandingan adalah ujian konsistensi, fokus, dan mentalitas,” tegasnya.
Owen juga mengingatkan bahwa masih ada enam pertandingan tersisa yang harus dimaksimalkan.
“Masih ada enam pertandingan tersisa. Enam kesempatan terakhir untuk memberikan segalanya, tanpa alasan,” ujarnya dengan nada tegas untuk memotivasi ofisial, pelatih, dan pemain.
Sebagai langkah evaluasi, manajemen bersama pemain dan tim pelatih akan menggelar sesi internal untuk refleksi dan pembenahan menyeluruh.
“Kita harus jujur pada diri sendiri, memperbaiki kekurangan, dan menyatukan kembali fokus serta mentalitas bertanding,” tambahnya.
Lebih lanjut, Owen menyampaikan bahwa tim akan menjalani pemusatan latihan (Training Camp) di Bogor pada jeda waktu yang ada, guna mempersiapkan diri menghadapi laga kandang berikutnya.
“Kami akan segera memulai Training Camp di Bogor untuk mempersiapkan diri dengan maksimal, dengan fokus penuh pada laga kandang yang akan datang. Perjalanan ini belum selesai. Kami akan berjuang sampai akhir,” tandasnya. (red/MO)





