Jayapura, Indotimur —
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura memastikan kesiapan pelaksanaan program pasar murah sepanjang tahun 2026 sebagai langkah pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Jayapura, Alberto Itaar, mengatakan kegiatan pasar murah akan segera dimulai dengan lokasi perdana di depan Hotel Zip Azana Jayapura, Kota Jayapura.
“Dalam rangka pengendalian inflasi, kami dari Dinas Perindagkop dan UKM Kota Jayapura sudah siap melaksanakan pasar murah tahun 2026. Kegiatan ini akan kami mulai di depan Hotel Zip Azana,” ujarnya dalam wawancara di Jayapura.
Ia menjelaskan, setiap paket pasar murah berisi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, yakni beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan gula pasir 1 kilogram yang dijual seharga Rp85.000 per paket.
Harga tersebut dinilai jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar normal, sehingga diharapkan mampu membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Program pasar murah ini akan dilaksanakan secara rutin setiap minggu dan menyasar kelurahan-kelurahan di wilayah Kota Jayapura. Pemerintah menargetkan kegiatan tersebut berlangsung selama satu tahun penuh hingga Desember 2026 agar distribusi manfaat dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
“Biasanya kami laksanakan di kelurahan-kelurahan agar manfaatnya merata dan langsung menyentuh masyarakat,” katanya.
Selain pelaksanaan rutin mingguan, Dinas Perindagkop dan UKM Kota Jayapura juga akan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Kota Jayapura dan HUT PI yang digelar melalui agenda Car Free Day pada Sabtu, 28 Februari 2026, di depan Kantor Gubernur Papua.
Partisipasi tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.
Melalui pelaksanaan pasar murah yang berkelanjutan, Pemerintah Kota Jayapura berharap tekanan inflasi dapat dikendalikan, distribusi bahan pokok tetap terjaga, serta masyarakat memperoleh akses kebutuhan dasar dengan harga lebih terjangkau. (clo/iing)




