Pernyataan Keluarga Flobamora NTT Papua Terkait Peristiwa di Distrik Anggruk Yahukimo

Pengurus IKF Flobamora NTT di Papua saat menggelar jumpa pers
Pengurus IKF Flobamora NTT di Papua saat menggelar jumpa pers

Jayapura, Indotimur –

  Ikatan Keluarga Flobamora Nusa Tenggara Timur (NTT)  Provinsi Papua mengutuk dengan keras pelaku tindakan kekerasan terhadap para guru dan tenaga kesehatan di Kampung Anggruk, Distrik Anggruk Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan pada tanggal 21 Maret lalu.

Saat menggelar jumpa pers pada Selasa malam (1/4/2025) di Bangi Kopi Tiam Abepura, Ketua umum Pengurus IKF NTT Provinsi Papua Stanis Hike Dosinaen didampingi Para Ketua bidang I Eduardus Lede Umbu Pati, Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Matheus Mamum Sare, Sekretaris Umum Melky Weruin dan Anthonius Nefi membeberkan kronologis kejadian yang berhasil dihimpun dari keterangan para korban selamat dan juga dari berbagai pihak.

Terkait kronologis kasus penyerangan terhadap tujuh orang guru dan tenaga Kesehatan asal NTT.

  1. Pada Jumat 21 Maret 2025 sekitar Pukul 16.00 WIT, para guru dan nakes diserang secara tiba-tiba oleh sekelompok orang yang diperkirakan berjumlah 15 orang menggunakan alat tajam berupa kapak, parang dan kayu balok. Diduga kuat para pelaku merupakan anggota kelompok kriminal bersenjata atau lazim disebut KKB.
  2. Akibat serangan tersebut 5 orang guru dan satu orang mengalami luka-luka serius. Selain itu juga di duga kuat para pelaku juga membakar rumah guru.
  3. Selanjutnya pada hari Sabtu 22 Maret 2025 sekitar Pukul 06.00 Waktu Indonesia Timur, terjadi serangan kedua yang diduga kuat dilakukan oleh kelompok yang sama. Pada saat itu para guru dan atas yang terluka sedang dirawat di Puskesmas dan dijaga oleh beberapa warga setempat.
  4. Bahwa akibat serangan kedua ini menyebabkan seorang guru atas nama Rosalia R Sogen meninggal dunia. Di tubuh korban terdapat beberapa luka serius yang diduga kuat akibat tebasan benda tajam.
  5. Pada Minggu 23 Maret 2025 aparat keamanan gabungan melakukan evaluasi kepada para korban ke rumah sakit Marten Indey di kota Jayapura.

Untuk itu merespon peristiwa ini, Pengurus IKF Papua dan beberapa Ikatan Keluarga di dalam lingkup IKF Papua, melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kondisi para korban. Mengingat sebagian besar korban berasal dari NTT.

“Upaya Prioritas pertama yang dilakukan adalah mengupayakan pemulangan jenazah Rosalia ke kampung halamannya di Lewotala, Kabupaten Flores Timur,”jelas Matheus.

Selanjutnya pengurus IKF NTT Papua juga melakukan kunjungan kepada para korban yang masih dirawat untuk memberikan dukungan moral bagi mereka.  Selanjutnya berdasarkan kronologis dan upaya yang telah dilakukan.

Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin bersama istri saat menjenguk korban penganiayaan di Yahukimo
Caption : Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin bersama istri saat menjenguk korban penganiayaan di Yahukimo. (foto : Humas Polda Papua)

Pengurus IKF Papua menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut ;

  1. Menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya anak adik dan saudara kami Rosalia R Sogen serta menyampaikan simpati yang mendalam kepada anak, adik dan saudara kami yang mengalami luka-luka serius akibat serangan tersebut. Para korban selama ini telah mendedikasikan hidupnya sebagai guru dan tenaga kesehatan Distrik Anggruk Yahukimo.
  2. Mengecam dan untuk mengutuk keras tindakan para pelaku yang diduga kuat merupakan anggota KKB atas perlakuan yang kecil dan tidak berperi kemanusiaan terhadap anak, adik dan saudara kami Alm Rosalia Sogen dan para korban lainnya yang mengalami luka berat maupun luka ringan.
  3. Menolak secara tegas atas semua Dalil dan atau alasan pembenaran diri lainnya oleh para pelaku yang mengatakan bahwa almarhum Rosalia Sogen dan para korban lainnya merupakan mata-mata atau agen atau bagian dari TNI/Polri. Sesungguhnya para korban tersebut murni menjalin tugas sebagai guru dan tenaga kesehatan dan tidak memiliki hubungan tidak memiliki atau beradaptasi dengan kepentingan politik apapun.
  4. Menyatakan secara tegas bahwa status almarhum Rosalia R Sogen dan para korban lain yang merupakan pegawai kontrak Pemda Yahukimo yang direkrut oleh Yayasan Serapim Care bekerja sama dengan Pemda Yahukimo dan selanjutnya ditempatkan di Dinas Pendidikan dan Kesehatan pada Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) yang tersebar di beberapa distrik dan salah satunya di Distrik Anggruk.
  5. Menyatakan secara tegas bahwa kasus ini merupakan bencana kemanusiaan dan ancaman besar terhadap moral harkat martabat dan keberadaan manusia dan bertentangan dengan nilai adat, agama, hukum positif dan prinsip-prinsip kemanusiaan, yang diakui dalam deklarasi hak kemanusiaan yang berlaku bagi setiap orang di dunia tanpa terkecuali.
  6. Mengingat para korban sebagian besarnya adalah Wanita yang sedang menjalankan tugas kewajiban dan tanggung jawab kemanusiaan . Akan tetapi mengalami kekerasan paling keji.
  7. Meminta aparat penegakan hukum secara jujur, adil dan professional. Guna memberikan rasa keadilan bagi korban dan keluarganya. Para pelaku harus ditangkap dan diproses sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.
  8. Meminta Pemda Yahukimo dan Yayasan Serapim Care memberikan perhatian dan jaminan bagi para korban yang sedang menjalani perawatan medis. Serta para guru dan nakes lainnya sudah ditarik kembali dan saat ini sedang berada di penampungan dan agar segera melakukan evaluasi mengenai kontrak kerja mereka.
  9. Selain itu Pengurus IKF Papua memberikan apresiasi kepada Pemda Yahukimo, Aparat Keamanan gabungan, Yayasan Serapim Care, Rumah Sakit Marten Indey, Polda Papua, Keluarga Besar IKF NTT Papua, Pastor dan umat St Fransiskus Asisi APO, Pemda NTT dan Pemda Flore Timur  serta para pihak yang telah berkontribusi dalam proses evakuasi korban pengiriman jenasah dan perawatan medis bagi para korban. Serta penampungan bagi para pekerja guru dan nakes.

“Demikian keterangan pers ini kami sampaikan. Semoga otoritas terkait terus melakukan upaya maksimal dalam memastikan perlindungan dan jaminan keamanan serta penghormatan harkat dan martabat manusia. Demi terciptanya Papua sebagai tanah damai,”pungkasnya. (julia)

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi