Jayapura – Indotimur
Sekitar 100 kader dan alumni menghadiri Silaturahmi Akbar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), akhir pekan kemarin.
Kegiatan itu digelar di Pantai Hamadi Kota Jayapura ( 15/2) dengan mengusung tema “Ramadhan Sebagai Momentum Rekonsiliasi Keluarga Besar HMI Komisariat USTJ dalam Menjaga Ukhuwa Islamiyah.”
Acara ini bukan sekadar silaturahmi bersama. Forum itu jadi ruang terbuka untuk bicara jujur soal kondisi internal komisariat yang dinilai makin redup dalam beberapa tahun terakhir.
Hadir dalam kegiatan tersebut Darussalam Damir KS, perwakilan KAHMI Papua sekaligus alumni USTJ. Di hadapan kader muda, ia berbicara lugas namun serius.
“Komisariat ini dulu jadi mata air pengkaderan. Sekarang kita harus akui, debitnya menurun. Ini saatnya kita rekonsiliasi dan rekonstruksi,” ujarnya.
Menurut Darussalam, Ramadhan harus dimaknai lebih dari sekadar ritual tahunan. Ia menekankan pentingnya membangun kembali kebersamaan di antara kader.
“Jangan ada lagi sekat-sekat. Kalau silaturahmi terjaga, pengkaderan juga akan hidup. Tapi kalau kita sibuk dengan ego masing-masing, komisariat ini akan makin melemah,” katanya.
Ia menegaskan, menjaga mata air pengkaderan bukan sekadar mempertahankan nama organisasi. Lebih dari itu, HMI harus melahirkan kader yang punya kontribusi nyata.
“Kita tidak butuh kader yang hanya duduk dan bangga pakai atribut. Kita butuh kader yang berguna bagi masyarakat, dan tidak lupa asalnya setelah selesai kuliah,” tegasnya.
Silaturahmi akbar ini diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari kader aktif dan alumni. Diskusi berlangsung terbuka. Beberapa kader menyampaikan kegelisahan mereka soal minimnya aktivitas komisariat dan kurangnya konsolidasi internal.
Darussalam, yang juga pernah menjabat sebagai Komisioner KPUD Mamberamo Tengah, mengingatkan bahwa masa depan organisasi ada di tangan kader hari ini.
“Bangkitkan lagi rasa peduli. Ramadhan ini harus jadi momentum. Jangan sampai komisariat hanya tinggal nama,” ujarnya.
Ia mendorong agar HMI USTJ kembali berdaya guna dan berdaya saing, terutama dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
“Kalau pengkaderan kuat, kita tidak hanya bicara internal. Kita bisa ambil bagian dalam kemajuan masyarakat dan bangsa,” tutupnya.
Silaturahmi itu ditutup dengan doa bersama. Namun pesan yang mengemuka jelas HMI USTJ diminta tidak larut dalam nostalgia. Ramadhan kali ini diminta menjadi titik balik.





