Jayapura, Indotimur –
Pemerintah Kota Jayapura mengungkapkan sekitar 70 calon jemaah haji (calhaj) asal Port Numbay dipastikan tidak dapat berangkat pada musim haji 2026. Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru setelah menerima laporan dari Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Jayapura, Wawan Satyawan.
Menurut Rustan Saru, tahun ini Kota Jayapura sebenarnya mendapatkan kuota sebanyak 302 orang. Namun, yang dapat diberangkatkan hanya 232 calon jemaah haji. Selain itu ada 1 jamaah haji telah meninggal dunia.
“Artinya ada kurang lebih 70 calon jemaah haji asal Port Numbay yang tidak berangkat tahun ini,” ujarnya di Jayapura, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama berkurangnya jumlah jemaah yang berangkat adalah kuota tambahan atau cadangan yang tidak terisi secara maksimal. Dari sekitar 100 porsi tambahan yang tersedia, hanya 30 yang terisi.
Hal tersebut terjadi karena beberapa nama yang tercantum dalam daftar porsi tidak dapat ditemukan alamatnya. Setelah dilakukan klarifikasi dengan pihak kelurahan hingga Dukcapil, diketahui bahwa alamat yang bersangkutan tidak ditemukan.
“Kita belum tahu pasti apa masalahnya, apakah yang bersangkutan pindah atau sebab lain. Karena sudah melampaui batas waktu yang ditentukan, maka tidak bisa lagi diproses,” jelasnya.

Selain itu, ada juga calon jemaah haji yang sebenarnya ada dan alamatnya jelas, namun tidak dapat berangkat karena terkendala pelunasan biaya perjalanan haji.
Dari kondisi tersebut, Pemerintah Kota Jayapura meminta agar Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia dapat mengantisipasi persoalan serupa ke depan agar kuota yang ada tidak hilang atau bahkan diambil oleh daerah lain.
“Nah ini yang sangat kita sesalkan. Kita berharap ada solusi agar porsi yang tidak terpakai bisa dialihkan kepada warga lain yang sudah lama menunggu,” tambah Rustan.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap memberikan dukungan kepada jemaah yang berangkat tahun ini. Pemkot Jayapura menyalurkan hibah melalui Kemenhaj Kota Jayapura untuk membantu biaya transportasi jemaah dari Jayapura menuju embarkasi di Makassar.
Namun, bantuan tersebut mengalami penyesuaian karena keterbatasan anggaran daerah. Jika pada tahun 2025 bantuan mencapai sekitar Rp1 miliar, maka pada tahun 2026 turun menjadi sekitar Rp920 juta.

Rustan berharap bantuan tersebut tetap dapat membantu para jemaah sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenhaj Kota Jayapura, Wawan Satyawan menjelaskan bahwa 232 calon jemaah haji akan berangkat dari Jayapura menuju Makassar pada 9 Mei 2026. Selanjutnya mereka akan diberangkatkan dari embarkasi Makassar menuju Tanah Suci pada 11 Mei menggunakan pesawat milik Garuda Indonesia.
“Seluruh persiapan sudah lengkap, mulai dari administrasi, pemeriksaan kesehatan hingga manasik haji,” katanya.
Diketahui, Pemerintah Kota Jayapura secara resmi melepas 232 calon jemaah haji menuju Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi. Prosesi pelepasan berlangsung di Asrama Haji Kotaraja Selasa (28/4/2026). Pelepasan dipimpin Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru didampingi Asisten II Setda Kota Jayapura, Abdul Madjid sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah kepada masyarakat yang menunaikan rukun Islam kelima. (julia)




