JAYAPURA – INDOTIMUR
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri (MDF) mendukung tiga agenda besar santri dan madrasah yang disiapkan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Papua. Agenda tersebut mencakup Pramuka Santri, Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI), dan peringatan Hari Santri 2026.
Dukungan itu dibahas saat MDF menerima audiensi Kepala Kanwil Kemenag Papua Klemens Taran di Gedung Negara Dok V Jayapura, Selasa (22/9/2026).
Klemens mengatakan, ketiga agenda tersebut menjadi fokus pembahasan karena melibatkan peserta dari Papua untuk kegiatan tingkat nasional maupun pelaksanaan peringatan Hari Santri di daerah.
“Yang pertama terkait dengan pelaksanaan Pramuka Santri, yang kedua Olimpiade Madrasah Indonesia, yang ketiga pelaksanaan Upacara Hari Santri,” pungkasnya.
Gubernur MDF, lanjut Klemens, memberikan respons positif terhadap rencana tersebut. Dukungan Pemprov Papua nantinya melibatkan sejumlah perangkat daerah.
Di antaranya Biro Kesejahteraan Rakyat, Dinas Pendidikan, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Papua.
Untuk Pramuka Santri, Papua akan mengirim kontingen ke Malang, Jawa Timur. Kegiatan dijadwalkan berlangsung 30 September hingga 4 Oktober 2026.
Sebanyak enam peserta Papua akan mengikuti kegiatan tersebut bersama para pendamping. Total kontingen Papua berjumlah 14 orang.
Agenda berikutnya adalah OMI yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara, pada 12–18 November 2026. Sebanyak 13 siswa madrasah Papua akan berkompetisi dalam ajang tersebut.
Mereka akan mengikuti sejumlah bidang lomba. Di antaranya matematika, IPA, biologi, fisika, kimia, geografi, dan ilmu sosial.
Sementara itu, peringatan Hari Santri 2026 dijadwalkan pada 22 Oktober. MDF diharapkan menjadi inspektur upacara.
Lokasi pelaksanaan masih dalam tahap koordinasi. Tiga daerah menjadi opsi, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom.
Ketua Tim Kurikulum, Evaluasi, dan Kesiswaan Madrasah Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Papua Fatmawati Abbas mengatakan, pelaksanaan Hari Santri dalam beberapa tahun terakhir dilakukan secara bergantian di tiga wilayah tersebut.
“Dalam tiga tahun terakhir, kegiatan Hari Santri dilaksanakan secara bergantian di wilayah tersebut,” ujarnya.





