Wali Kota Jayapura Ingatkan Warga, Penebangan Pohon Sembarangan Picu Longsor dan Ancam Air Bersih

Penebangan pohon merusak lingkungan
Penebangan pohon merusak lingkungan

Jayapura, Indotimur –

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak menebang pohon secara sembarangan maupun membuka lahan perkebunan tanpa mempertimbangkan dampak ekologis.

Ajakan tersebut disampaikan Abisai pada Senin (2/11/2026), sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya mengantisipasi ancaman tanah longsor dan berkurangnya ketersediaan air bersih di Kota Jayapura.

Menurut dia, keberadaan pepohonan dan kawasan hijau memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, termasuk mempertahankan fungsi daerah resapan air serta mengurangi risiko terjadinya bencana tanah longsor.

Penebangan pohon dan pembukaan lahan yang tidak terkendali berpotensi merusak struktur tanah serta mengurangi kemampuan kawasan dalam menyerap dan menyimpan air hujan. Kondisi tersebut juga dapat berdampak terhadap ketersediaan air baku yang dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Mari kita jaga Kota Jayapura ini dengan baik. Jangan menebang pohon sembarangan dan jangan membuka lahan untuk membuat kebun tanpa memperhatikan lingkungan. Hal ini dapat menyebabkan tanah longsor dan mengurangi ketersediaan air bersih,” kata Abisai.

Ia mengingatkan, kerusakan lingkungan yang dibiarkan terus berlangsung pada akhirnya akan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama ketika risiko bencana meningkat dan sumber air bersih semakin terbatas.

Karena itu, Abisai berharap masyarakat memiliki kesadaran bersama untuk melindungi kawasan hijau, menjaga pepohonan, serta memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.

Selain persoalan kelestarian lingkungan, Wali Kota Jayapura juga menyoroti pentingnya menjaga fungsi saluran drainase dalam setiap pelaksanaan pembangunan, baik rumah tinggal, bangunan usaha maupun infrastruktur lainnya.

Ia meminta masyarakat dan pihak-pihak yang melaksanakan pembangunan agar tidak menutup saluran air yang telah tersedia karena dapat menghambat aliran air, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.

“Saya berharap dalam pembangunan, saluran-saluran air jangan ditutup. Biarkan air mengalir dengan baik. Kalau saluran air ditutup, air bisa masuk ke rumah-rumah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Abisai, saluran drainase yang tertutup atau tersumbat dapat menyebabkan aliran air tidak berjalan normal sehingga meningkatkan risiko genangan bahkan banjir di kawasan permukiman warga.

Oleh sebab itu, pemeliharaan drainase perlu menjadi perhatian bersama agar sistem pembuangan air tetap berfungsi dengan baik dan mampu mengurangi risiko banjir saat musim hujan.

Ia juga mengajak masyarakat mengambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui tindakan sederhana, seperti tidak membuang sampah ke saluran air, membersihkan drainase secara berkala, serta menghindari aktivitas yang dapat merusak kawasan resapan air.

Abisai menegaskan, menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Kota Jayapura yang bersih, aman, dan terhindar dari ancaman bencana lingkungan. (Clo/YM)

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi