Jelang Aksi Demo, Wali Kota Jayapura Gandeng Kepala Suku Serukan Damai

Suasana pertemuan di kediaman Walikota Jayapura Abisai Rollo jelang demo 1 Mei. Walikota bertemu bersama para tokoh masyarakat
Suasana pertemuan di kediaman Walikota Jayapura Abisai Rollo jelang demo 1 Mei. Walikota bertemu bersama para tokoh masyarakat

Jayapura, Indotimur –

Menjelang rencana aksi demonstrasi di Kota Jayapura, Wali Kota Abisai Rollo menggelar pertemuan bersama para kepala suku dari wilayah Lapago dan Mepago serta sejumlah tokoh masyarakat pegunungan, guna membahas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kamis malam (30/4/2026)

Pertemuan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif Pemerintah Kota Jayapura untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendorong masyarakat menyampaikan aspirasi secara damai dan tertib.

Walikota Abisai Rollo menegaskan pemerintah tidak melarang aksi penyampaian pendapat di muka umum. Namun, ia mengimbau agar kegiatan tersebut dilakukan secara santun dan tidak menimbulkan gangguan keamanan.

“Besok ada rencana aksi di kota ini. Saya sudah mengumpulkan kepala-kepala suku dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan kepada warga yang ingin turun aksi agar, kalau bisa, tidak melakukan demonstrasi. Namun jika tetap dilakukan, harus tertib, aman, dan tidak anarkis,”terangnya.

Ditegaskannya aparat keamanan dari TNI dan Polri akan tetap menjalankan tugas dalam menjaga ketertiban. Jika ditemukan tindakan anarkis, aparat diminta mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku.

Wali Kota turut mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan di tengah keberagaman.

“Kita boleh berbeda suku, ras, dan agama, tetapi kita semua adalah warga Kota Jayapura yang memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga kota ini tetap aman dan damai,”pesannya.

Walikota Jayapura menggelar pertemuan bersama para Tokoh Masyarakat dan pemuda
Walikota Jayapura menggelar pertemuan bersama para Tokoh Masyarakat dan pemuda

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kepala Suku wilayah Lapago, Mepago, Tabi, Saireri, dan Anim Ha, Malaikat Alfius Tabuni, juga menyampaikan seruan damai kepada masyarakat, khususnya mahasiswa dan warga adat di Jayapura, Sentani, dan Keerom.

“Kami mengimbau kepada seluruh anak-anak kami agar jika tidak perlu, tidak melakukan aksi. Namun jika tetap dilakukan, lakukan dengan tertib dan damai tanpa tindakan anarkis,” katanya.

Ia menekankan pentingnya peran aparat keamanan dalam mengawal jalannya aksi secara humanis, serta mengajak masyarakat untuk mendengarkan imbauan para kepala suku demi menjaga kedamaian bersama.

Tokoh pemuda Lapago, Heri Aso, menilai pertemuan tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap generasi muda dan masyarakat adat.

“Kami berharap ini menjadi perhatian bagi teman-teman yang berencana turun aksi. Wali kota hadir sebagai orang tua bagi kami, sehingga kita semua harus bersama menjaga keamanan kota,” ujarnya.

Ia juga berharap jika aksi tetap berlangsung, aparat keamanan dapat mengawal jalannya kegiatan hingga selesai agar aspirasi dapat tersampaikan tanpa menimbulkan gangguan.

Pertemuan ini diharapkan mampu meredam potensi gangguan keamanan serta memastikan setiap bentuk penyampaian aspirasi di Kota Jayapura dapat berlangsung secara damai dan tertib. (clo/iing)

 

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi