Papua Selatan Luncurkan Tiga Inisiatif Perkuat Data Dan Layanan Dasar

Peluncuran dan Pelatihan SIRIOS di Provinsi Papua Selatan
Peluncuran dan Pelatihan SIRIOS di Provinsi Papua Selatan

Merauke, Indotimur  –

Pemerintah Provinsi Papua Selatan meluncurkan tiga inisiatif strategis untuk memperkuat tata kelola data, perencanaan pembangunan, dan perlindungan sosial, yakni Sistem Informasi Orang Asli Papua di Papua Selatan (SIRIOS), Program Generasi Emas Ha-Anim (GEMAS Ha-Anim), dan Portal Satu Data Daerah PASSTI Ha-Anim.

Peluncuran ketiga inisiatif tersebut berlangsung di Merauke, Senin (28/9), dan dihadiri perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Majelis Rakyat Papua Selatan (MRPS), DPR Papua Selatan, pemerintah kabupaten, kepala distrik, kepala kampung dan kelurahan, serta kader kampung dari sejumlah wilayah di Papua Selatan.

Ketiga inisiatif tersebut dikembangkan Pemerintah Provinsi Papua Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat untuk memperkuat pembangunan berbasis data sekaligus meningkatkan ketepatan sasaran program, khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP).

Gubernur Papua Selatan dalam sambutan yang dibacakan Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Papua Selatan Agustinus Joko Guritno mengatakan penguatan data menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Sesuai program prioritas dalam RPJMD Papua Selatan adalah Papua Selatan Satu Data, Pendataan Terpilah dan Perlindungan Sosial,” katanya.

Ia mengatakan keberadaan SIRIOS diharapkan dapat menyediakan data sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta data terpilah OAP yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mendukung pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Pemerintah Provinsi Papua Selatan, kata dia, juga telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 8 Tahun 2025 tentang Satu Data Tingkat Provinsi dan Peraturan Gubernur Nomor 10 Tahun 2025 tentang Sistem Informasi Orang Asli Papua Provinsi Papua Selatan.

Kedua regulasi tersebut menjadi dasar dalam penguatan ketersediaan data untuk perencanaan pembangunan di Papua Selatan.

Gubernur juga menyampaikan bahwa GEMAS Ha-Anim diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia OAP sejak usia dini melalui dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan dasar anak.

Data Untuk Pembangunan Yang Lebih Tepat

Direktur Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas Ika Retna Wulandary mengatakan data yang terintegrasi dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi masyarakat dan pembangunan.

“Data yang terintegrasi memberikan gambaran kondisi masyarakat dan pembangunan yang utuh, terkini, dan konsisten sebagai dasar penetapan prioritas dan kebijakan yang tepat,” katanya.

Menurut dia, integrasi data memungkinkan pemerintah mengidentifikasi kebutuhan masyarakat secara lebih presisi, termasuk kebutuhan OAP, sehingga program dan intervensi dapat diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia juga mengatakan integrasi dan interoperabilitas data dari berbagai perangkat daerah dan sistem, seperti SIRIOS dan PASSTI, dapat mendukung pemantauan serta evaluasi program secara lebih terukur dan akuntabel.

“Hal ini juga memperkuat sinergi lintas pihak sebagai instrumen kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, mitra pembangunan, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan Papua Selatan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Penyajian Informasi Pusat Data dan Sistem Informasi (Pusdatin) Kementerian Dalam Negeri Yeni Indah Susanti menekankan pentingnya tata kelola data yang terintegrasi sebagai bagian dari Satu Data Indonesia.

Ia mengatakan pengelolaan data yang baik diperlukan untuk mewujudkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, mudah diakses, dan dapat digunakan bersama oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Peserta kegiatan Program Generasi Emas Ha-Anim dan Portal Satu Data Daerah PASSTI Ha-Anim.
Peserta kegiatan Program Generasi Emas Ha-Anim dan Portal Satu Data Daerah PASSTI Ha-Anim.

Tiga Inisiatif

SIRIOS merupakan sistem pendataan sosial-ekonomi berbasis by name by address (BNBA) yang menyediakan data terpilah OAP dan non-OAP.

Pendataan tersebut menggunakan 20 variabel terpadu yang diselaraskan dengan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek)/Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Proses pendataan dilakukan secara langsung oleh kader di tingkat kampung dan kelurahan.

Data tersebut diharapkan memberikan gambaran lebih rinci mengenai kondisi dan kebutuhan masyarakat sehingga pemerintah dapat menyusun program serta menentukan sasaran intervensi pembangunan secara lebih tepat.

Sementara itu, GEMAS Ha-Anim merupakan program perlindungan sosial daerah yang ditujukan bagi keluarga OAP yang memiliki anak berusia 0-12 bulan.

Program tersebut diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan, termasuk kebutuhan gizi dan kesehatan, sekaligus mendorong kepemilikan dokumen kependudukan anak.

Dukungan kepada keluarga penerima manfaat diberikan dalam bentuk bantuan tunai sesuai ketentuan program.

Adapun PASSTI Ha-Anim merupakan platform untuk mengintegrasikan dan menghubungkan data sektoral antarperangkat daerah.

Portal tersebut dikembangkan dengan mengacu pada prinsip Satu Data Indonesia sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 serta kebijakan penyelenggaraan Satu Data Pemerintahan Dalam Negeri.

PASSTI Ha-Anim diharapkan dapat mendukung sinkronisasi data pembangunan dari tingkat kampung, kabupaten hingga provinsi, sekaligus memperkuat keterhubungan dengan sistem data pemerintah pusat.

Perkuat Komitmen Empat Kabupaten

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat menandatangani berita acara sebagai bentuk komitmen bersama dalam pelaksanaan SIRIOS, pemanfaatan PASSTI Ha-Anim, dan GEMAS Ha-Anim.

Komitmen tersebut diarahkan untuk memperkuat pembangunan berbasis data, meningkatkan ketepatan sasaran kebijakan afirmatif bagi OAP, serta meningkatkan efektivitas perlindungan sosial dan pelayanan dasar.

Peluncuran ditandai dengan aktivasi SIRIOS dan Portal Satu Data Daerah PASSTI Ha-Anim oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Selatan yang mewakili Gubernur Papua Selatan.

Aktivasi tersebut turut disaksikan Direktur Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas, Forkopimda, perwakilan pemerintah kabupaten, Direktur Implementasi Program SKALA, serta Direktur Jerat Papua.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis bantuan perlindungan sosial GEMAS Ha-Anim kepada keluarga penerima manfaat.

Selain itu, dilakukan demonstrasi penggunaan SIRIOS untuk memperlihatkan proses pendataan serta pemanfaatan data terpilah OAP dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan menyusun intervensi pembangunan dari tingkat kampung dan kelurahan.

Dari Data Menuju Layanan Dasar

Direktur Implementasi Program SKALA Theodore Weohau mengatakan peluncuran ketiga inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan kualitas perencanaan pembangunan di Papua Selatan.

“Kami menyampaikan apresiasi dan selamat kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan atas peluncuran Portal SIRIOS, Program Perlindungan Sosial Generasi Emas (GEMAS) Ha-Anim, dan Portal Satu Data PASSTI Ha-Anim,” katanya.

Menurut dia, keterhubungan antara SIRIOS, data kependudukan, kesehatan, sosial, dan Portal Satu Data menjadi penting untuk memastikan program perlindungan sosial dapat menjangkau keluarga yang sesuai kriteria.

“Dukungan kepada bayi dan keluarga pada fase awal kehidupan adalah investasi jangka panjang. Ia berkaitan dengan kesehatan, gizi, perlindungan sosial, dan masa depan sumber daya manusia Papua Selatan,” ujarnya.

Ia mengatakan keberadaan data yang baik menjadi salah satu unsur penting agar program perlindungan sosial dapat dilaksanakan secara tepat sasaran.

Pengembangan ketiga inisiatif tersebut mendapat dukungan dari SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar), Program Kemitraan Australia-Indonesia, yang bekerja bersama pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua Selatan, dan pemerintah kabupaten untuk memperkuat tata kelola serta pemanfaatan data dalam perencanaan, penganggaran, dan penyusunan kebijakan daerah.

Rangkaian kegiatan juga dilanjutkan dengan talkshow bertema “Penguatan Program Prioritas Nasional dan Daerah agar Semakin Tepat Sasaran” yang membahas keterhubungan antara data, perencanaan, penganggaran, perlindungan sosial, dan pelayanan dasar di Papua Selatan.

Sebagai bagian dari penguatan implementasi di tingkat daerah, kegiatan berikutnya mencakup pengenalan dan pelatihan SIRIOS bagi kader kampung, kepala kampung dan kelurahan, serta aparatur sipil negara dari perangkat daerah terkait di Kabupaten Merauke, Asmat, Mappi, dan Boven Digoel.

Melalui penguatan data dan keterhubungan antarsistem, pemerintah daerah berharap perencanaan pembangunan dan pelayanan dasar di Papua Selatan semakin berbasis pada kondisi nyata masyarakat, terutama dalam menjangkau Orang Asli Papua dan keluarga yang membutuhkan dukungan. (rilis/odeodata h julia)

 

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi