Pemkot Jayapura Jemput Data Warga dari Rumah ke Rumah
Untuk Pastikan Pelayanan Tepat Sasaran

Wakil Walikota Jayapura Rustan Saru foto bersama ASN
Wakil Walikota Jayapura Rustan Saru foto bersama ASN

Jayapura, Indotimur –

Pemerintah Kota Jayapura, Papua, turun langsung ke rumah-rumah warga di Kampung Koya Tengah untuk memastikan kondisi masyarakat terdata secara lengkap dan valid sebagai dasar penentuan program pelayanan serta intervensi pemerintah.

Pendataan terpadu yang dilakukan tim lintas organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut berlangsung pada Kamis (8/10/2026), dengan menyasar berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, stunting, administrasi kependudukan, kebersihan lingkungan, hingga kondisi sosial ekonomi dan infrastruktur.

Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru mengatakan pendataan dari rumah ke rumah merupakan bagian dari upaya pemerintah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan tidak ada persoalan warga yang luput dari perhatian.

“Hari ini di Kampung Koya Tengah, Pemerintah Kota Jayapura melepas tim terpadu untuk melakukan pendataan sekaligus penanganan kesehatan secara preventif. Ada sejumlah OPD yang terlibat dan leading sector-nya adalah Dinas Kesehatan,” kata Rustan.

Menurut dia, pendataan terpadu tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan visi dan misi Pemerintah Kota Jayapura untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Ia mengatakan pemerintah tidak hanya ingin mengetahui kondisi warga melalui data administratif, tetapi juga melihat secara langsung persoalan yang dihadapi setiap keluarga.

“Seluruh warga perlu mendapatkan sentuhan langsung dari pemerintah, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, kebersihan, tenaga kerja, stunting, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, maupun infrastruktur,” ujarnya.

Data Menjadi Dasar Intervensi

Rustan menekankan pentingnya proses verifikasi dan validasi data yang dilakukan langsung di lapangan. Data tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan dan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Dengan data yang lengkap, valid dan sudah diverifikasi, kita bisa mengetahui penyakit yang diderita warga, kondisi pendidikan, pengangguran, administrasi kependudukan, kebersihan lingkungan dan persoalan lainnya. Data ini akan menjadi acuan untuk melakukan intervensi selanjutnya,” katanya.

Untuk jangka pendek, khususnya sektor kesehatan, hasil pendataan akan menjadi dasar Dinas Kesehatan dalam menentukan langkah penanganan melalui puskesmas terdekat.

Rustan juga meminta petugas melakukan pendataan dengan pendekatan yang baik dan humanis agar masyarakat merasa nyaman dalam memberikan informasi.

“Pastikan semua terdata dengan baik sebagai bentuk sentuhan pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya.

Pada 2026, pendataan terpadu tersebut ditargetkan mencakup 14 kampung di wilayah Kota Jayapura. Kampung Koya Tengah menjadi kampung kesembilan yang menjadi sasaran pendataan.

“Dari 14 kampung, delapan sudah selesai dan Kampung Koya Tengah ini merupakan kampung yang kesembilan. Masih ada lima kampung lagi yang akan diselesaikan,” kata Rustan.

Setelah seluruh kampung selesai didata, pemerintah berencana memperluas intervensi hingga tingkat kelurahan pada 2027 dengan menyesuaikan kemampuan dan anggaran daerah.

Satu Data Untuk Melihat Persoalan Warga

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura Juliana Napitupulu mengatakan pendataan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sejumlah OPD sesuai bidang tugas masing-masing.

Petugas, kata dia, tidak hanya mencatat kondisi kesehatan warga, tetapi juga melihat berbagai aspek kehidupan keluarga secara langsung.

“Yang kita lakukan adalah satu pendataan dalam satu dokumen melalui aplikasi. Dari situ nanti kita bisa melihat permasalahan apa saja yang dihadapi masyarakat di kampung tersebut,” ujar Juliana.

Pendataan tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, DP3AKB, Dinas Sosial, serta OPD terkait lainnya.

Untuk Kampung Koya Tengah, pendataan ditargetkan berlangsung selama empat hari dengan sasaran sekitar 867 kepala keluarga.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga mengerahkan puskesmas bersama OPD terkait. Langkah tersebut dilakukan agar persoalan kesehatan yang ditemukan selama proses pendataan dapat segera ditindaklanjuti.

“Kita sudah melakukan pendataan di delapan kampung dan Kampung Koya Tengah merupakan yang kesembilan dari 14 kampung yang akan kami data. Target kami, seluruh pendataan di kampung-kampung tersebut dapat diselesaikan pada tahun 2026,” katanya.

Juliana berharap masyarakat dapat menerima petugas dan memberikan informasi yang sebenarnya mengenai kondisi keluarga.

Dengan demikian, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang utuh mengenai persoalan masyarakat dan menentukan bentuk pelayanan maupun intervensi yang lebih tepat sasaran.

Pendataan dari rumah ke rumah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkot Jayapura membangun kebijakan berbasis data, sehingga program pemerintah tidak hanya hadir dalam bentuk kebijakan, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat keluarga. (Clo/YM)

 

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi