Jayapura, Indotimur –
Pemerintah Kota Jayapura berupaya mengoptimalkan potensi ekonomi di Distrik Muara Tami untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), seiring pesatnya pertumbuhan kawasan perdagangan, jasa, dan ritel modern.
Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mengoptimalkan potensi tersebut dengan tetap memperhatikan ketentuan perizinan dan penataan lokasi usaha.
Menurut Rustan, perkembangan kawasan Muara Tami membuka peluang bagi peningkatan aktivitas ekonomi daerah. Namun, pertumbuhan usaha harus diimbangi dengan pengawasan agar sesuai dengan rencana tata ruang dan tidak mengabaikan keberlangsungan usaha masyarakat kecil. Senin (12/10/2026)
Ia turut menyoroti keberadaan jaringan ritel modern, seperti Indomaret, Alfamidi, dan MR.DIY. Penataan lokasi usaha, khususnya di sepanjang jalan protokol, perlu memperhatikan kesesuaian tata ruang, ketentuan perizinan, serta dampaknya terhadap pelaku usaha lokal.
Rustan meminta pengawasan dilakukan secara proporsional agar pertumbuhan usaha modern dapat berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap usaha masyarakat setempat.
Di sisi lain, Bapenda diminta menggali potensi pajak dan retribusi daerah secara optimal sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, perkembangan Muara Tami diharapkan tidak hanya mendorong pembangunan fisik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.
Pemkot Perkuat Koordinasi Penataan Muara Tami
Selain mengoptimalkan potensi ekonomi, Pemerintah Kota Jayapura juga menekankan pentingnya koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menata kawasan Muara Tami.
Rustan mengatakan, penataan kawasan tersebut tidak dapat dilakukan secara terpisah oleh masing-masing instansi. Diperlukan kerja sama antara OPD, pemerintah distrik, kelurahan, pengurus RT/RW, pengembang, dan masyarakat.
Ia meminta seluruh instansi terkait merespons persoalan di lapangan secara cepat serta menyusun langkah penanganan sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Menurut dia, persoalan lingkungan dan bencana yang terjadi di Kota Jayapura dalam beberapa hari terakhir harus menjadi pengingat pentingnya mitigasi serta perencanaan pembangunan yang berkelanjutan.
“Kita cinta Kota Jayapura dan kita sayang kota ini. Karena itu, kita harus bergerak bersama sejak sekarang. Kalau tidak diantisipasi dan diperbaiki dari awal, saya khawatir persoalan di Muara Tami ke depan akan semakin berat,” kata Rustan.
Pemerintah Kota Jayapura diharapkan dapat memastikan pertumbuhan Muara Tami tidak hanya ditandai dengan meningkatnya pembangunan perumahan dan pusat perdagangan, tetapi juga didukung kesiapan infrastruktur, kualitas lingkungan, ketertiban administrasi kependudukan, perlindungan lahan pertanian, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Clo/julia)





