Jayapura, Indotimur –
Sebanyak 653 peserta dan unsur panitia dari enam kabupaten/kota di Provinsi Papua disiapkan untuk mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II tingkat Provinsi Papua yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Biak Numfor pada 28 Oktober hingga 2 November 2026.
Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) Provinsi Papua Elpius Hugi di Jayapura, Selasa, mengatakan seluruh pihak perlu bersinergi untuk menyukseskan kegiatan keagamaan tersebut meskipun masih menghadapi sejumlah kendala dalam persiapan.
Enam kabupaten/kota yang tercatat dalam rekapitulasi peserta yakni Kabupaten Biak Numfor sebagai tuan rumah, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Waropen, dan Kota Jayapura.
Berdasarkan data panitia, jumlah tersebut terdiri atas 223 laki-laki dan 430 perempuan, termasuk unsur panitia yang tercantum dalam rekapitulasi.
Kabupaten Keerom tercatat mengirimkan 180 orang, disusul Kabupaten Biak Numfor sebanyak 155 orang, Kota Jayapura 138 orang, Kabupaten Jayapura 96 orang, Kabupaten Kepulauan Yapen 38 orang, dan Kabupaten Waropen 14 orang.
Keberangkatan Kontingen Dimulai 24 Oktober
Kontingen peserta dijadwalkan mulai berangkat menuju Biak pada Sabtu (24/10) menggunakan transportasi udara untuk kloter pertama.
Sementara itu, sebagian kontingen dari Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kota Jayapura, serta panitia Provinsi Papua dijadwalkan berangkat menggunakan kapal KM Ciremai pada Minggu (25/10) dari Pelabuhan Yos Sudarso, Jayapura.
Berdasarkan rekapitulasi keberangkatan melalui jalur laut, jumlah rombongan yang direncanakan menuju Biak mencapai 429 orang, terdiri atas 141 laki-laki dan 288 perempuan.
Panitia terus melakukan koordinasi untuk memastikan kesiapan transportasi dan pembagian tugas selama kegiatan berlangsung.
Panitia Matangkan Persiapan
Ketua Panitia Pesparani II Katolik Provinsi Papua Arnold Tethool mengatakan rapat koordinasi yang digelar Tim Koordinasi Pesparani Biak bersama LP3K Provinsi Papua pada Senin malam (19/10) membahas sejumlah persiapan menjelang pelaksanaan kegiatan.
Pembahasan mencakup pengurusan surat izin dan dispensasi, penyampaian undangan kepada pejabat terkait, pemetaan keberangkatan panitia melalui jalur udara dan laut, serta pembagian tanggung jawab penyediaan konsumsi antara panitia provinsi dan kabupaten/kota.
Selain itu, panitia membahas koordinasi dukungan bagi Paroki Kerahiman di Biak serta permintaan panitia setempat untuk melibatkan artis dari Kota Jayapura dalam rangkaian kegiatan.
Arnold mengatakan koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai kebutuhan teknis dapat dipersiapkan sebelum peserta dan panitia tiba di Biak.
LP3K Upayakan Dukungan Pendanaan
Elpius Hugi mengatakan komunikasi dengan pemerintah dan pihak perbankan masih dilakukan untuk mendukung kebutuhan pelaksanaan Pesparani II.
Menurut dia, proses terkait bantuan pemerintah masih berjalan, sementara panitia juga berupaya menghimpun sumber pendanaan lain guna menunjang kegiatan.
Ia mengajak seluruh umat Katolik dan pihak terkait untuk bersama-sama mendukung penyelenggaraan Pesparani II agar dapat berlangsung dengan baik.
Pesparani II Katolik Provinsi Papua di Biak diharapkan menjadi wadah pembinaan iman, pengembangan seni musik liturgi, serta penguatan persaudaraan umat Katolik dari berbagai kabupaten/kota di Papua. (rilis Tim Humas LP3K Papua/timred)





