Proficiat,Kabupaten Keerom Raih Gold Champion Mazmur Anak
Pesparani II Papua

Gold Champion Mazmur Anak dari Kabupaten Keerom
Gold Champion Mazmur Anak dari Kabupaten Keerom

Biak, Indotimur –

Kabupaten Keerom tampil gemilang pada hari kedua Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) II tingkat Provinsi Papua. Perwakilan Keerom berhasil meraih Gold Champion pertama dalam mata lomba Mazmur Anak yang berlangsung di Aula Gereja Kerahiman Ilahi, Jumat (30/10/2026).

Dengan perolehan nilai 81,75, peserta Keerom unggul melalui penampilan Mazmur Hari Raya Natal dengan nada dasar Do=C. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi kontingen Keerom di tengah persaingan enam peserta dari kabupaten/kota di Papua.

Posisi Gold Champion kedua diraih Kabupaten Kepulauan Yapen dengan nilai 81,28 melalui Mazmur Hari Raya Paskah bernada dasar Do=E. Sementara itu, Kabupaten Jayapura menempati posisi Gold Champion ketiga dengan nilai 80,00 melalui Mazmur Minggu Biasa XXV bernada dasar Do=D.

Adapun kategori Silver Champion diraih Kota Jayapura dengan nilai 79,65, Kabupaten Biak Numfor dengan nilai 77,50, serta Kabupaten Waropen dengan nilai 76,82.

Lima Peserta Mazmur Anak Provinsi Papua
Lima Peserta Mazmur Anak Provinsi Papua

Dewan Juri Tekankan Penghayatan Mazmur

Sebelum mengumumkan hasil perlombaan, ketiga dewan juri, yakni Allesandro Andriano Egbertus Pinangkaan selaku ketua, Bayu Nerviadi, dan Veronika Silvia Rettob, mengapresiasi penampilan seluruh peserta yang dinilai telah menunjukkan kemampuan terbaik.

Ketua dewan juri yang akrab disapa Sandro mengingatkan para pelatih agar tidak hanya melatih teknik bernyanyi, tetapi juga membantu anak-anak memahami makna dan tugas pemazmur sebagai pewarta sabda Tuhan melalui lagu.

Menurut dia, latihan perlu dimulai dari kemampuan membaca teks dengan benar, memahami isi bacaan, mengatur pernapasan, hingga menyesuaikan notasi dengan pengucapan dan penghayatan.

Juri Bayu Nerviadi menambahkan, seorang pemazmur harus mampu menguasai intonasi, pelafalan, jeda, melodi bahasa, dan hafalan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh umat.

Sementara itu, Veronika Silvia Rettob berpesan agar peserta tidak berkecil hati apabila belum meraih hasil yang diharapkan. Ia mengingatkan bahwa memuji Tuhan merupakan bentuk doa, sehingga semangat untuk terus mewartakan sabda Tuhan harus tetap dijaga.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga tempo dan menyesuaikan nyanyian dengan nada dasar, sehingga penampilan pemazmur tidak terkesan terburu-buru.

Prestasi Keerom dalam ajang Pesparani II Papua ini menjadi momentum untuk terus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Kitab Suci sekaligus mengembangkan talenta mereka dalam pelayanan gereja. (Tim Humas LP3K Papua)

 

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi