BIAK, Indotimur –
Fantastis! Paduan Suara Orang Muda Katolik (OMK) Kota Jayapura sukses menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Gold Champion dalam ajang Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) II Katolik Tingkat Provinsi Papua. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan mereka mewakili Papua pada Pesparani Nasional di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada 2027 mendatang.
Dalam perlombaan yang berlangsung di Kota Biak, Kamis (29/10/2026), OMK Kota Jayapura tampil impresif dan berhasil mengungguli tiga pesaingnya, termasuk tuan rumah Kabupaten Biak Numfor.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, OMK Kota Jayapura mengoleksi nilai 83,16, sekaligus memastikan diri sebagai peraih Gold Champion. Sementara itu, Kabupaten Biak Numfor harus puas di posisi kedua dengan nilai 81,98, disusul Kabupaten Jayapura di posisi ketiga dengan nilai 81,19. Kabupaten Keerom menempati posisi keempat dengan nilai 80,05.
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kontingen Kota Jayapura. Tak sekadar membawa pulang gelar juara, mereka juga mengamankan tiket untuk membawa nama Papua bersaing di panggung nasional tahun depan.
Tiga Juri Apresiasi Penampilan Peserta
Penampilan empat kontestan mendapat apresiasi dari dewan juri yang terdiri dari Alexander Lodeweyk Kolatlena selaku ketua, didampingi Redi Fatubun dan Veronika Silvia Rettob sebagai anggota.
Ketiganya menilai para peserta telah menunjukkan kualitas vokal yang baik. Namun, sejumlah aspek teknis masih perlu dibenahi agar penampilan mereka semakin matang, khususnya bagi tim yang akan melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional.
Juri Redi Fatubun menyoroti kualitas vokal, dinamika, dan ketepatan intonasi. Menurutnya, kualitas vokal peserta menunjukkan perkembangan yang positif. Seluruh kontestan bahkan berhasil meraih nilai dalam kategori Gold, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya penguasaan dinamika suara dan ketepatan intonasi, terutama ketika lagu mengalami modulasi atau perubahan nada.
Dalam paduan suara acapella yang mengandalkan suara tanpa iringan instrumen, ketepatan nada menjadi salah satu aspek penting yang harus dijaga oleh setiap penyanyi.
Karena itu, para peserta diharapkan terus mengasah kemampuan vokal dan meningkatkan kepekaan musikal agar penampilan mereka semakin solid.
Artikulasi dan Dinamika Jadi Catatan
Sementara itu, juri Veronika Silvia Rettob menyoroti pengolahan dinamika yang dinilai belum sepenuhnya menonjol pada bagian-bagian tertentu.
Ia secara khusus mengingatkan peserta agar lebih cermat membawakan lagu Regina, terutama dalam menempatkan dinamika sesuai karakter dan kebutuhan lagu.
Selain itu, artikulasi juga menjadi catatan penting. Ketepatan pelafalan harus diperhatikan agar pesan dan keindahan lagu dapat tersampaikan dengan baik kepada pendengar.
Penempatan karakter vokal, khususnya pada bagian solo, juga perlu mendapat perhatian. Setiap penyanyi harus mampu menyesuaikan warna suara dan ekspresi dengan karakter lagu yang dibawakan.
Menurutnya, keberhasilan di ajang Pesparani tidak boleh membuat peserta berpuas diri. Sebaliknya, kemenangan harus menjadi motivasi untuk terus berlatih dan memperbaiki kekurangan, termasuk hal-hal kecil yang dapat menentukan kualitas penampilan secara keseluruhan.

Pujian untuk Ekspresi dan Penjiwaan
Ketua dewan juri, Alexander Lodeweyk Kolatlena, turut memberikan apresiasi terhadap penampilan para kontestan, khususnya dalam aspek ekspresi dan penjiwaan lagu.
Ia menilai peserta telah menunjukkan penampilan yang profesional, baik saat membawakan lagu wajib maupun lagu pilihan.
Ekspresi yang tepat menjadi salah satu unsur penting dalam paduan suara karena membantu penyanyi menyampaikan pesan dan makna lagu secara lebih mendalam.
Meski demikian, para peserta masih memiliki waktu untuk mematangkan persiapan sebelum menghadapi persaingan di Pesparani Nasional 2027 di Manado.
Siap Bawa Nama Papua ke Panggung Nasional
Keberhasilan OMK Kota Jayapura meraih Gold Champion menjadi modal berharga untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional. Namun, perjalanan belum berakhir.
Berbagai catatan dari dewan juri diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dan seluruh anggota paduan suara dalam meningkatkan kualitas penampilan.
Ketepatan intonasi, pengolahan dinamika, artikulasi, karakter vokal, hingga penjiwaan lagu perlu terus diasah agar mereka mampu tampil lebih maksimal.
Dengan persiapan yang matang dan latihan yang konsisten, OMK Kota Jayapura diharapkan dapat tampil kompetitif sekaligus mengharumkan nama Papua di panggung nasional.
Kemenangan di Biak menjadi awal dari perjuangan berikutnya. Kini, tantangan lebih besar menanti OMK Kota Jayapura di Manado pada 2027 mendatang. (Tim Humas LP3K Papua)





