Jayapura, Indotimur —
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pariwisata menggelar Pelatihan Tata Kelola Objek Wisata Berbasis Masyarakat Lokal selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (19/5/2026) itu diikuti 25 peserta yang terdiri atas perwakilan 10 kampung adat, pemilik objek wisata, dan pelaku UMKM di Kota Jayapura.
Wali Kota Abisai Rollo memberikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata Kota Jayapura atas penyelenggaraan pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi wisata daerah secara profesional dan berkelanjutan.
Kota Jayapura memiliki banyak potensi wisata alam dan budaya yang dapat dikembangkan menjadi destinasi unggulan apabila dikelola secara serius dan terintegrasi.

Pemerintah juga mendorong hadirnya kawasan wisata terpadu yang dapat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan, seperti konsep pengelolaan wisata modern di Ancol.
Dalam berbagai kunjungan ke kampung-kampung adat, Abisai Rollo mengaku telah berdialog langsung dengan masyarakat adat, termasuk para ondoafi dan kepala suku, terkait penataan lokasi wisata di wilayah adat.
Pemerintah berharap pengelolaan objek wisata dapat dilakukan secara kolaboratif agar kawasan wisata lebih tertata, nyaman, dan aman bagi pengunjung.
Ditegaskannya pemerintah tetap mengedepankan kepentingan masyarakat pemilik hak ulayat dalam pengelolaan destinasi wisata.
Menurutnya, skema pembagian hasil dapat dilakukan dengan porsi 90 persen untuk pemilik lokasi wisata dan 10 persen untuk pemerintah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain itu, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat Kota Jayapura untuk mendukung penataan kawasan wisata dengan menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan. Ia menilai dukungan masyarakat menjadi faktor utama dalam pembangunan sektor pariwisata di daerah tersebut.
Pelatihan Tata Kelola Objek Wisata Berbasis Masyarakat Lokal ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola destinasi wisata secara mandiri sekaligus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi daerah di Kota Jayapura. (clo/iing)




