Jayapura, Indotimur –
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, resmi melaunching Yayasan Garuda Papua Indonesia sekaligus membuka Turnamen Sepak Bola U-13 Garuda Papua Indonesia, Sabtu (24/10/2026). Ajang ini menjadi salah satu upaya mendorong pembinaan pesepak bola muda Papua sejak usia dini.
Turnamen yang digelar di Lapangan Obokhouw, Perumnas II Waena, Kota Jayapura, tersebut diikuti 10 tim dari berbagai sekolah sepak bola (SSB) kelompok usia di bawah 13 tahun. Kompetisi dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, mulai 24 Oktober hingga 7 November 2026.
Dalam sambutannya, Abisai menyatakan dukungannya terhadap kegiatan olahraga yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat sekaligus membangun karakter positif.
Ia menilai sekolah sepak bola (SSB) memiliki peran penting dalam mengarahkan generasi muda agar aktif dalam kegiatan yang bermanfaat dan terhindar dari pengaruh negatif lingkungan pergaulan.
“Sekolah sepak bola ini merupakan kegiatan yang baik karena dapat menghimpun anak-anak dalam aktivitas yang positif, sehingga mereka tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan dan pergaulan yang negatif,” ujar Abisai.
Menurutnya, kehadiran Yayasan Garuda Papua Indonesia diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan sepak bola yang aktif, terarah, dan berkelanjutan. Ia juga berharap SSB di bawah naungan yayasan tersebut dapat terus berkembang serta membuka kesempatan bagi anak-anak yang ingin bergabung dan berlatih.
“Harapan saya, sekolah sepak bola ini dapat berjalan dengan baik dan menerima anak-anak yang ingin bergabung. Dengan adanya turnamen dan pembinaan melalui Yayasan Garuda Papua Indonesia, kita berharap ke depan akan lahir anak-anak yang memiliki kemampuan luar biasa di bidang sepak bola,” katanya.
Yayasan Garuda Papua Bidik Pembinaan Karakter
Pendiri Yayasan Garuda Papua Indonesia, Max M. E. Olua, mengatakan yayasan tersebut dibentuk sebagai wadah untuk mengembangkan potensi generasi muda melalui olahraga, khususnya sepak bola.
Menurut Max, pembinaan sepak bola sejak dini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknik dan fisik pemain, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan sportivitas.
Ia menilai pembinaan melalui olahraga semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan luasnya pengaruh lingkungan terhadap kehidupan anak-anak.
“Yayasan Garuda Papua ini menjadi sarana bagi kita untuk mengembangkan generasi muda sejak usia dini dan membentuk karakter mereka melalui olahraga. Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, anak-anak juga semakin mudah terpapar berbagai pengaruh lingkungan. Karena itu, kami berpikir bahwa olahraga sepak bola dapat menjadi salah satu sarana untuk mengarahkan mereka pada kegiatan yang positif,” ungkap Max.
Ia berharap yayasan tersebut dapat menaungi kegiatan SSB secara lebih terorganisasi sehingga anak-anak memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka.
10 Tim Bersaing hingga 7 November
Turnamen Sepak Bola U-13 Garuda Papua Indonesia menjadi ajang bagi para pemain muda untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan meningkatkan rasa percaya diri.
Selain persaingan antartim, kompetisi ini diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan bagi pesepak bola muda di Kota Jayapura.
Melalui turnamen tersebut, penyelenggara berharap semakin banyak anak Papua yang mendapatkan kesempatan untuk berkembang di dunia sepak bola, baik dari sisi keterampilan maupun mental bertanding.
Pembinaan yang konsisten diharapkan dapat melahirkan pesepak bola muda berprestasi sekaligus generasi yang disiplin, berkarakter, dan mampu mengisi masa muda dengan kegiatan positif.
Turnamen U-13 Garuda Papua Indonesia akan berlangsung hingga 7 November 2026 di Lapangan Obokhouw, Perumnas II Waena, Kota Jayapura. (clo/YM)





