Jayapura, Indotimur –
Suasana khidmat menyelimuti Pulau Metudebi di Kampung Enggros, Kota Jayapura, Selasa (10/3/2026). Ribuan jemaat berkumpul untuk mengikuti ibadah syukur memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-116 Pekabaran Injil di Tanah Tabi, sebuah momen bersejarah yang menandai perjalanan panjang pelayanan Injil di wilayah tersebut.
Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang ibadah bersama, tetapi juga refleksi atas perjalanan iman masyarakat di Tanah Tabi sejak Injil pertama kali diberitakan lebih dari satu abad lalu.
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena masyarakat masih dapat merayakan 116 tahun masuknya Injil di Pulau Metudebi. Ia juga menyinggung bahwa momentum ini berdekatan dengan peringatan HUT ke-116 Kota Jayapura yang diperingati pada 7 Maret 2026.
Menurutnya, kehadiran Injil di tanah Papua, khususnya di Kota Jayapura, merupakan tanda kasih Kristus yang terus menyertai kehidupan masyarakat hingga saat ini.
“Dengan masuknya Injil, itu menunjukkan bahwa kasih Kristus terus ada dan tinggal bersama kita semua di tanah Papua, khususnya di Kota Jayapura,” ujar Abisai Rollo.

Selain sebagai kepala daerah, Abisai Rollo juga dikenal sebagai majelis jemaat di Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua Jemaat Getsemani Kotaraja. Ia berharap peringatan Pekabaran Injil di masa mendatang dapat dilaksanakan secara bergiliran di berbagai kampung di Kota Jayapura.
Menurutnya, hal tersebut penting agar semangat pemberitaan Injil terus hidup dan menjadi sarana menyampaikan kabar sukacita kepada masyarakat luas.
Sejarah mencatat, Injil pertama kali diterima oleh para leluhur masyarakat adat setempat, termasuk Ondoafi besar Tobati–Enggros yang menerima kabar keselamatan tersebut dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.
“Para leluhur kita telah menerima Injil dan kini telah mendahului kita. Tugas kita saat ini adalah melanjutkan dan memberitakan Injil kebenaran Tuhan kepada generasi yang akan datang,” kata Abisai.

Sementara itu, Ketua Klasis GKI Port Numbay, Andris Tjoe, menekankan pentingnya menjaga kerukunan hidup di tengah keberagaman masyarakat Kota Jayapura.
Ia mengingatkan bahwa Kota Jayapura dihuni oleh berbagai suku, agama, dan paguyuban yang hidup berdampingan. Karena itu, moderasi beragama dan sikap saling menghormati harus terus dijaga.
“Kota Jayapura dihuni oleh masyarakat yang beragam. Karena itu kita harus menjaga moderasi kehidupan beragama, kerukunan, serta hidup berdampingan dengan berbagai suku dan agama yang ada,” ujarnya.
Menurut Andris, selama 116 tahun perjalanan Pekabaran Injil di Tanah Tabi, banyak perubahan positif yang telah terjadi dalam kehidupan masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu membangun Kota Jayapura dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan, Klasis GKI Port Numbay juga menggelar kegiatan penanaman pohon di sejumlah lokasi, di antaranya di sepanjang Pantai Holtekamp dan kawasan Bhayangkara.
“Kami ingin menunjukkan bahwa iman juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap alam dan lingkungan,” katanya.
Ibadah syukur di Pulau Metudebi berlangsung penuh kekhusyukan. Jemaat dari berbagai wilayah di Kota Jayapura datang untuk beribadah dan bersyukur atas perjalanan panjang Pekabaran Injil di Tanah Tabi yang terus hidup dalam kehidupan masyarakat hingga saat ini. (Clo/iing)





