Festival Sagu Siap Digelar di Jayapura, Dorong Sagu Jadi Komoditas Industri Papua

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Frederickus W.A. Maclarimboen dan Kanwil Hukum Papua Anthonius M Ayorbaba
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Frederickus W.A. Maclarimboen dan Kanwil Hukum Papua Anthonius M Ayorbaba

Jayapura, Indotimur  –

Menjelang peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia yang diperingati setiap 26 April, Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia melalui Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua akan menggelar Festival Sagu di Jayapura.

Festival ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 April 2026, bertempat di Halaman Kantor Gubernur Papua Dok II. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mengangkat potensi sagu sebagai komoditas unggulan Papua yang bernilai ekonomi tinggi.

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Frederickus W.A. Maclarimboen, yang juga dikenal sebagai inisiator brand lokal Colo Sagu, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mengangkat kembali sagu agar tidak hanya dipandang sebagai makanan tradisional, tetapi juga sebagai komoditas industri yang menjanjikan.

“Pengembangan dan pengelolaan sagu harus dilakukan secara komprehensif. Melalui momentum ini, kami berharap seluruh stakeholder, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun pihak swasta, dapat bersinergi melihat potensi besar ini,” ujarnya di Jayapura, Kamis (23/4/2026).

Festival Sagu
Festival Sagu

Menurutnya, Papua memiliki sumber daya sagu yang melimpah, namun jumlah masyarakat asli Papua yang sukses melalui industri sagu masih perlu ditingkatkan. Oleh sebab itu, diperlukan komitmen bersama untuk mengelola potensi tersebut secara berkelanjutan.

“Sagu ini sudah ada, tinggal bagaimana kita kembangkan. Jika dikelola dengan baik, industri sagu bisa menjadi instrumen efektif untuk menurunkan angka kemiskinan di Tanah Papua,” jelasnya.

Ia juga mendorong generasi muda Papua untuk melihat sagu sebagai peluang usaha yang modern dan kompetitif. Selama ini, berbagai kegiatan edukatif telah dilakukan bersama anak-anak muda untuk memperkenalkan potensi ekonomi dari komoditas lokal tersebut.

Festival Sagu tahun ini mengusung tema “Sagu adalah Hidupku, Sagu Menjamin Peradaban Papua.” Berbagai kegiatan akan digelar untuk memeriahkan festival tersebut, di antaranya pameran UMKM, demo masak olahan sagu inovatif, serta sosialisasi perlindungan kekayaan intelektual bagi produk lokal Papua.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sagu tidak hanya menjadi simbol budaya masyarakat Papua, tetapi juga berkembang menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (ist/iing)

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi