Merauke, Indotimur –
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua menggelar kegiatan Temu Responden pertama Tahun 2026 yang dihadiri oleh responden dari berbagai sektor usaha pada Senin (20/4/2026) di Merauke, Papua Selatan. Kegiatan ini menjadi ajang apresiasi bagi para responden survei sekaligus forum memperkuat sinergi antara Bank Indonesia, pelaku usaha, dan mitra strategis dalam mendukung kebijakan ekonomi berbasis data yang akurat dan berkelanjutan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh responden, enumerator, surveyor, dan mitra strategis yang selama ini berkontribusi dalam pelaksanaan berbagai survei ekonomi di Tanah Papua, khususnya di Merauke.
Menurutnya, keberadaan data dan informasi yang akurat sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi serta menjadi dasar bagi perumusan kebijakan yang tepat sasaran.
“Kestabilan ekonomi hanya dapat dicapai dengan dukungan data dan informasi yang lengkap, akurat, dan tepat waktu. Partisipasi para responden menjadi fondasi penting bagi Bank Indonesia dalam merumuskan kebijakan yang presisi demi pertumbuhan ekonomi Papua Selatan yang berkelanjutan,” ujar Warsono.
Mengusung tema “Sinergi Pelaku Usaha dan Pemberdayaan Potensi Lokal Menuju Papua Selatan yang Berdaya Saing”, kegiatan ini juga menghadirkan sesi talkshow interaktif yang membahas tantangan dan peluang dunia usaha di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Talkshow pertama disampaikan oleh CEO Hafara Group, Aqil Baihaqi, dengan tema “Navigasi Bisnis di Era Disrupsi: Membangun Strategi Adaptif dan Mentalitas Tangguh”. Dalam paparannya, Aqil menekankan pentingnya kemampuan adaptasi dan ketahanan mental bagi pelaku usaha dalam menghadapi perubahan ekonomi yang cepat.
Sementara itu, sesi talkshow berikutnya dibawakan oleh Ketua Lembaga Pelatihan SDM OAP LP3TKP, Jose Alvan Ohei, dengan topik “Akselerasi Ekonomi Lokal: Transformasi Bisnis dan Inklusi Tenaga Kerja di Tanah Papua”. Ia mengajak peserta melihat potensi ekonomi lokal Papua Selatan, khususnya dalam mendorong transformasi bisnis dan memperluas kesempatan kerja berbasis kearifan lokal.
Melalui kegiatan Temu Responden 2026 ini, diharapkan sinergi antara Bank Indonesia, responden survei, pelaku usaha, serta para pemangku kepentingan di Papua Selatan semakin kuat. Selain itu, kualitas data dan informasi ekonomi yang dihimpun juga diharapkan semakin akurat dan komprehensif guna mendukung kebijakan ekonomi yang adaptif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan mampu mengoptimalkan potensi lokal di wilayah Papua Selatan. (rls/iing)




