Banjarmasin, Indotimur –
Persipura Jayapura mengawali kiprahnya di Grup Timur Pegadaian Championship 2026-2027 dengan hasil kurang memuaskan.
Mutiara Hitam harus mengakui keunggulan tuan rumah Barito Putera dengan skor 2-3 pada laga pekan pertama yang berlangsung di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Sabtu (12/9/2026) malam WITA.
Kekalahan tersebut terasa semakin berat bagi Persipura karena mereka juga terkena sanksi pengurangan satu poin. Dengan demikian, Persipura kini mengawali persaingan di Grup Timur dengan koleksi minus satu poin.
Bagi Barito Putera, kemenangan ini sekaligus mengakhiri catatan buruk mereka yang belum pernah menang atas Persipura dalam tiga pertemuan pada Liga 2 Championship 2025-2026.
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Tampil di hadapan pendukung sendiri, Barito Putera mampu memberikan tekanan kepada Persipura.
Barito Putera membuka keunggulan pada menit ke-19 melalui Bayu Pradana.
Tiga menit berselang, Laskar Antasari kembali mencetak gol. Korneles Howay menggandakan keunggulan Barito Putera pada menit ke-22.
Persipura berusaha bangkit setelah tertinggal dua gol. Namun, Barito Putera justru mampu menambah keunggulan pada menit ke-65 melalui gol kedua Korneles Howay.
Tertinggal 0-3, Persipura tidak menyerah. Upaya Mutiara Hitam membuahkan hasil pada menit ke-75 setelah Uopmabin mencetak gol melalui tendangan bebas.
Persipura kembali memperkecil ketertinggalan pada masa injury time babak kedua melalui Ramandei.
Namun, dua gol tersebut belum cukup untuk menyelamatkan Persipura dari kekalahan. Barito Putera akhirnya mempertahankan keunggulan 3-2 hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil tersebut membuat Barito Putera mengamankan tiga poin pada pertandingan pembuka musim. Sementara Persipura harus pulang ke Jayapura tanpa membawa poin dari Banjarmasin.
Andri Ramawi Minta Maaf kepada Masyarakat Papua
Pelatih Persipura Jayapura, Andri Ramawi, menerima hasil pertandingan tersebut. Ia terlebih dahulu memberikan ucapan selamat kepada Barito Putera.
“Yang pertama saya harus sampaikan selamat untuk tim Barito Putera atas kemenangan hari ini,” ujar Andri.
Andri kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Papua karena timnya belum mampu membawa pulang poin dari Banjarmasin.
“Yang kedua adalah mohon maaf untuk masyarakat Papua, kita belum bisa bawa pulang tiga poin. Jadi semuanya masih ada beberapa pertandingan di depan atau banyak pertandingan yang kita akan coba evaluasi lagi,” katanya.
Menurut Andri, kekalahan pada laga perdana akan menjadi bahan evaluasi bagi Persipura. Ia berharap timnya mampu tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.
“Kita berharap nanti di match kedua kita akan bisa dapat poin dan bisa lebih baik lagi dibandingkan hari ini,” ucap Andri.
Andri mengaku sempat memberikan motivasi kepada para pemain saat jeda pertandingan ketika Persipura tertinggal 0-2.
Namun, Barito Putera kembali mencetak gol pada babak kedua setelah Persipura melakukan kesalahan.
“Tapi akhirnya ada satu kesalahan yang membuat Barito menambah gol dan itu membuat situasi semakin sulit. Meski begitu perjuangan pemain di babak kedua luar biasa,” jelasnya.
Boaz Solossa Absen
Pada pertandingan tersebut, Persipura tidak diperkuat sejumlah pemain senior, termasuk Boaz Solossa dan Yustinus Pae.
Andri menjelaskan, Boaz masih menjalani proses pemulihan cedera sehingga tidak dibawa ke Banjarmasin.
Sementara itu, Yustinus Pae tidak masuk dalam skuad karena pertimbangan kebutuhan tim.
“Nanti akan ada kesempatan bagi dia untuk ikut pertandingan berikutnya. Tidak ada masalah fisik ataupun yang lain,” kata Andri.
Pemain Persipura, Reno Salampessy, juga menilai kekalahan dari Barito Putera dapat menjadi pelajaran berharga bagi tim.
Menurut Reno, pertandingan pertama bisa menjadi momentum bagi Persipura untuk melakukan pembenahan sebelum menjalani laga berikutnya.
“Saya rasa ini pertandingan pertama jadi menurut saya ini hal yang baik bagi kita untuk kita perbaiki ke depannya. Semoga hari ini menjadi pelajaran bagi kita untuk kita bisa lebih siap di pertandingan berikut,” kata Reno.
Persipura kini harus segera berbenah. Dengan kompetisi yang masih panjang, Mutiara Hitam memiliki kesempatan untuk bangkit dan mengumpulkan poin demi memperbaiki posisi di Grup Timur Pegadaian Championship 2026-2027. (ist/odeodata h julia)




