Skandal Soekarno Cup! Banteng Papua Tengah Didiskualifikasi, Jawa Barat Mendadak Lolos Semifinal

Aksi Skuad Banteng Papua Tengah saat melawan Banteng Sulawesi Selatan di babak penyisihan grup (ist)
Aksi Skuad Banteng Papua Tengah saat melawan Banteng Sulawesi Selatan di babak penyisihan grup (ist)

Gresik, Indotimur –

Tim sepak bola Banteng Papua Tengah didiskualifikasi dari Turnamen Soekarno Cup III 2026 setelah terbukti menggunakan pemain yang terdaftar dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA).

Sebelumnya, Banteng Papua Tengah berhasil melaju ke babak delapan besar setelah meraih kemenangan telak 4-1 atas Banteng Jawa Barat. Hasil tersebut membuat Papua Tengah dijadwalkan menghadapi Banteng Papua Raya FC pada babak semifinal.

Namun, status kelolosan Papua Tengah berubah setelah panitia turnamen menemukan adanya penggunaan pemain EPA yang tidak diperbolehkan dalam regulasi turnamen.

Dengan keputusan tersebut, Banteng Jawa Barat yang sebelumnya tersingkir di babak delapan besar berhak melanjutkan langkah ke semifinal. Jawa Barat selanjutnya akan menghadapi Banteng Papua Raya FC.

Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano, membenarkan adanya keputusan tersebut.

“Kita lawan Jawa Barat. Tim Papua Tengah kena diskualifikasi karena menggunakan pemain EPA,” ujar Benhur saat dihubungi, Jumat (21/8/2026).

Benhur menilai tim Banteng Papua Raya FC tetap memiliki peluang untuk meraih kemenangan saat menghadapi Jawa Barat.

“Anak-anak kita lawan siapa saja kita menang. Skill tim juga bagus,” katanya.

Laga semifinal antara Banteng Papua Raya FC dan Banteng Jawa Barat dijadwalkan berlangsung Jumat (21/8/2026) di Stadion Gelora 10 November, Surabaya.

Mengenal Elite Pro Academy

Elite Pro Academy (EPA) merupakan kompetisi sepak bola kelompok usia yang berada dalam pembinaan sepak bola nasional. Kompetisi ini diperkenalkan oleh PSSI pada 2018 dengan kategori U-16.

Pada 2019, kompetisi EPA berkembang dengan hadirnya kelompok usia U-18 dan U-20. Dalam perkembangannya, pengelolaan kompetisi kelompok usia tersebut sempat dilakukan oleh pihak yang berbeda.

Sejak musim 2024/2025, seluruh kelompok usia dalam kompetisi EPA dikelola oleh I-League. Kompetisi tersebut menjadi wadah pembinaan pemain muda dari klub-klub profesional Indonesia.

Pada 2026, kompetisi EPA juga diperluas dengan melibatkan klub-klub dari kompetisi kasta kedua untuk kategori usia U-19. (iing)

 

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi