Jayapura, Indotimur –
Wali Kota Jayapura Abisai Rollo mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Imbauan tersebut disampaikan di sela kegiatan Halal Bihalal dan silaturahmi bersama warga Paguyuban Pasundan 1913 Jawa Barat di Tanah Papua.
Dalam kesempatan tersebut, Abisai Rollo mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pertemuan dengan pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk membahas perkembangan kondisi cuaca di Kota Jayapura. Berdasarkan informasi yang diterima, curah hujan diperkirakan cukup tinggi dalam kurun waktu sekitar sepuluh hari ke depan.
“Saya sudah bertemu dengan BMKG, dan mereka menyampaikan bahwa dalam sepuluh hari ke depan masyarakat Kota Jayapura harus berhati-hati karena curah hujan cukup tinggi,” ujarnya.
Ia mencontohkan kejadian yang baru saja terjadi setelah pertemuan tersebut, ketika hujan deras mengguyur kawasan Dok IX pada malam harinya. Hujan dengan intensitas tinggi itu menyebabkan air meluap hingga menggenangi permukiman warga.
“Malam harinya hujan turun cukup deras di Dok IX dan mengakibatkan air meluap hingga ke rumah-rumah warga. Ini menjadi peringatan bagi kita semua agar lebih waspada,” katanya.
Wali Kota juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir. Ia menekankan pentingnya disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya serta menjaga saluran air agar tetap bersih dan tidak tersumbat.
“Marilah kita bersama-sama menjaga Kota Jayapura. Buanglah sampah pada tempatnya agar bisa diangkut oleh dinas kebersihan. Jangan membuang sampah di saluran air atau tempat-tempat yang dapat menghambat aliran air,” imbaunya.
Menurutnya, penyumbatan saluran air akibat sampah menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir saat hujan deras. Karena itu, kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah dampak yang lebih besar.
Pemerintah Kota Jayapura, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan cuaca serta memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan risiko banjir dapat diminimalisir sehingga keselamatan warga tetap terjaga di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. (clo/iing)





