Jayapura, Indotimur –
Ditengah dinamika pembangunan dan beragam tantangan sosial, suasana hangat terasa menyelimuti kegiatan Halal Bihalal yang digelar oleh Pemerintah Kota Jayapura di Jayapura. Bukan sekadar seremoni tahunan, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan yang mempertemukan unsur pemerintah, TNI, Polri, ASN, hingga masyarakat dalam satu ikatan kebersamaan yang cair dan penuh makna.
Di ruang pertemuan yang dipenuhi suasana akrab, Wali Kota Abisai Rollo menyampaikan pesan yang sederhana namun kuat : Jayapura adalah rumah besar yang berdiri di atas keberagaman. Di dalam rumah itu, perbedaan bukanlah jarak, melainkan warna yang justru memperkaya kehidupan bersama.
“Kota Jayapura adalah rumah besar yang dibangun di atas keberagaman. Di dalamnya ada perbedaan, namun lebih dari itu ada persatuan yang harus kita jaga dengan kesadaran dan tanggung jawab,” ujarnya.
Pesan itu seolah menjadi benang merah dari seluruh rangkaian kegiatan. Halal Bihalal tidak hanya menjadi tradisi pasca-Idulfitri, tetapi juga momentum untuk menegaskan kembali pentingnya sinergi lintas sektor.
Pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat diingatkan bahwa stabilitas dan pembangunan tidak bisa berdiri sendiri tanpa kolaborasi yang kuat.
Dalam pandangan Walikota, sinergi bukan sekadar jargon. Ia adalah kebutuhan nyata yang harus hadir dalam tindakan sehari-hari.
Tidak boleh ada ruang bagi perpecahan, apalagi sikap abai terhadap potensi gangguan yang dapat merusak harmoni sosial. Semua pihak, katanya, harus berdiri sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan.
Ditengah tantangan pembangunan kota yang terus berkembang, Abisai juga menekankan pentingnya keteladanan, integritas, dan disiplin, terutama dari ASN serta aparat TNI dan Polri sebagai garda terdepan pelayanan publik dan penjaga stabilitas.
Namun di balik pesan-pesan formal itu, Halal Bihalal kali ini menyisakan nuansa yang lebih personal: keinginan untuk membuka lembaran baru.
Saling bersalaman, senyum yang mengalir, hingga percakapan ringan antarinstansi menjadi simbol kecil bahwa komunikasi dan kepercayaan masih menjadi fondasi utama yang dijaga.
“Mari kita buka lembaran baru dengan semangat persatuan, dengan tekad yang lebih kuat, dan dengan pengabdian yang lebih bermakna,” menjadi penutup yang seakan merangkum harapan bersama.
Kegiatan itu berakhir dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Namun lebih dari itu, ia meninggalkan pesan yang lebih dalam, bahwa di tengah perbedaan, Jayapura tetap berdiri sebagai rumah bersama—rumah yang hanya akan kokoh jika seluruh penghuninya memilih untuk saling menjaga, bukan saling menjauh. (clo/iing)





