Disdik Jayapura Gelar Workshop Pembelajaran Mendalam dan Coding Sambut Hardiknas 2026

Workshop Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Coding bagi kepala sekolah dan guru di Kota Jayapura
Workshop Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Coding bagi kepala sekolah dan guru di Kota Jayapura

Jayapura, Indotimur  –

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, mengatakan Dinas Pendidikan Kota Jayapura menggelar Workshop Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Coding bagi kepala sekolah dan guru dari berbagai jenjang pendidikan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2026.

Workshop tersebut diikuti kepala sekolah dan guru dari jenjang PAUD, SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/MA dan SMK di Kota Jayapura. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hardiknas yang telah dimulai sejak pertengahan April 2026.

“Pencanangan kegiatan sudah kita lakukan pada 18 April 2026. Setelah itu ada beberapa kegiatan lain seperti lomba kebersihan antar sekolah untuk semua jenjang, lomba video pendek atau film pendek tentang pembatasan penggunaan gadget, serta program 7 kebiasaan anak hebat dan 5 ikrar pelajar,” ujar Bebena. Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, selain workshop, rangkaian kegiatan Hardiknas juga akan diisi dengan karnaval dan ziarah pada 30 April, serta puncak upacara peringatan Hardiknas yang akan dilaksanakan pada 2 Mei 2026 di Kantor Wali Kota Jayapura.

Menurutnya, workshop ini terlaksana berkat dukungan sejumlah pihak, termasuk Penerbit Erlangga sebagai mitra kegiatan dan dukungan dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Papua.

Bebena berharap melalui workshop ini para guru dan kepala sekolah dapat mengembangkan inovasi dalam proses pembelajaran di sekolah. Ia menekankan bahwa pembelajaran yang efektif tidak selalu bergantung pada kelengkapan sarana, tetapi pada kreativitas guru dalam menciptakan metode belajar yang menarik bagi siswa.

“Yang terpenting bagaimana kita bisa menciptakan pembelajaran yang menarik dan disukai siswa. Setiap jenjang tentu berbeda pendekatannya, terutama di tingkat PAUD yang membutuhkan media pembelajaran yang lebih kreatif agar anak lebih cepat memahami,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pendidikan usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan. Oleh karena itu, guru di tingkat PAUD diharapkan mampu menciptakan metode pembelajaran yang menyenangkan dan efektif.

Bebena juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara guru, tenaga kependidikan, dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan sejalan dengan slogan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yaitu “Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Selain peningkatan kualitas pembelajaran, pihaknya juga menyoroti pentingnya pembatasan penggunaan gadget bagi siswa sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura Rocky Bebena
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura Rocky Bebena (foto : angga)

Menurutnya, pembatasan penggunaan gadget perlu mendapat perhatian bersama, baik oleh sekolah maupun orang tua di rumah, agar tidak berdampak pada degradasi mental anak.

“Orang tua, sekolah dan masyarakat harus bersama-sama mengawasi penggunaan gadget agar anak-anak tetap kreatif dan tidak terjerumus pada hal-hal negatif,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pihak sekolah untuk menangani setiap permasalahan siswa secara edukatif dan menghindari penyelesaian melalui jalur hukum selama masih bisa diselesaikan di lingkungan sekolah.

“Kalau ada masalah siswa, sebisa mungkin diselesaikan di sekolah. Ini masih masa mendidik,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti berbagai persoalan remaja seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, hingga kebiasaan merokok yang harus diantisipasi melalui aturan sekolah yang jelas.

“Setiap pelanggaran harus dicatat dengan baik agar ketika siswa dikembalikan kepada orang tua, ada bukti dan dasar pembinaan. Tujuannya bukan untuk mengeluarkan siswa dari sekolah, tetapi untuk menegakkan aturan dan mendidik mereka,” jelas Bebena.

 BGTK Papua : Pembelajaran Coding dan AI Disesuaikan dengan Jenjang Pendidikan

 Sementara itu Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Papua, Fatkurohmah, mengatakan materi pembelajaran coding dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang diberikan kepada guru dan kepala sekolah dalam workshop di Kota Jayapura akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing.

Menurutnya, materi tersebut tidak menggunakan satu platform khusus, melainkan dapat diterapkan secara fleksibel oleh sekolah sesuai dengan tingkat pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA dan SMK.

“Sekolah tidak harus menggunakan platform tertentu. Mereka bisa menerapkannya sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing. Tentu materi untuk TK, SD berbeda dengan SMA atau SMK,” ujar Fatkurohmah.

Ia menjelaskan bahwa dalam workshop tersebut terdapat dua materi utama yang diberikan kepada peserta, yaitu pembelajaran mendalam (deep learning) serta pengenalan coding dan kecerdasan buatan.

Untuk jenjang SMA dan SMK, kata dia, materi coding dan AI lebih diarahkan kepada guru yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknologi informasi. Sementara pada jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama, materi akan disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan peserta didik.

Fatkurohmah juga menilai minat siswa terhadap pembelajaran coding cukup tinggi karena sejalan dengan perkembangan teknologi digital yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak sekarang sangat dekat dengan dunia digital, sehingga pembelajaran coding menjadi sesuatu yang menarik bagi mereka. Bahkan dalam beberapa hal, kemampuan mereka sering kali lebih cepat berkembang dibandingkan gurunya,” katanya.

Ia menambahkan, pengenalan coding dan kecerdasan buatan menjadi penting karena kedua bidang tersebut sudah menjadi bagian dari kebutuhan di era digital saat ini.

“Coding dan kecerdasan buatan bukan lagi hal yang jauh dari kehidupan kita. Itu sudah menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari, sehingga anak-anak perlu dibekali sejak dini,” jelasnya.

Melalui workshop tersebut, pihaknya berharap para guru dapat memahami konsep pembelajaran digital dan menerapkannya di sekolah sehingga siswa dapat lebih siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan. (iing)

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi