Menjaga Fokus Mutiara Hitam di Tengah Euforia Kemenangan
Tetap Fokus, Tetap Rendah Hati, dan Tuntaskan Perjalanan Dengan Kemenangan.

Talenta muda dan senior tanpa ada sekat terus berlatih menuju trah papan atas sepakbola tanah air Liga 1
Talenta muda dan senior tanpa ada sekat terus berlatih menuju trah papan atas sepakbola tanah air Liga 1

Sentani, Indotimur –

 Gegap gempita atas kemenangan Persipura Jayapura saat melawan tamunya PSIS Semarang di Liga Pegadaian Championship 2026, masih berseliweran di berbagai platform media sosial dan bahkan ada yang mencapai fyp alias for you page.

Namun di balik gegap gempita itu, ruang ganti Persipura justru menyimpan pesan berbeda, lupakan euforia, fokus pada dua laga terakhir. Masih ada dua laga sisa Persipura Jayapura melawan Persipal Palu tanggal 26 April di Yogyakarta dan melawan Persiku Kudus di Jayapura. Walau diatas kertas Persipura bisa dibilang unggul kualitas diatas dua tim ini.

Akan tetapi tentunya tim tidak mau kecolongan di dua laga sisa dan patut waspada. Tetapi beban berat juga dipikul yakni Wajib sapu bersih dua laga sisa dengan enam poin. Sesuai harapan fans fanatiknya.

Beberapa kekurangan tim juga harus segera dibenahi dan menjadi pekerjaan rumah untuk seorang Rahmad Darmawan sebagai pelatih kepala dan Tim Manager.

Termasuk tensi permainan di awal babak pertama, tidak bisa ditutupi bahwa tensi pertandingan tegang dan sangat penting, karena di pundak anak – anak Mutiara Hitam. Publik menginginkan poin penuh. Sehingga hal inilah yang dirasa oleh pemain di lapangan.

“Ini yang paling saya takutkan adalah ketika pemain merasa, ini sebuah tekanan yang besar kepada mereka. Impact-nya ke permainan. Ini bisa dilihat, kita mulai kehilangan struktur. Terlalu buru – buru. Dapat bola cepat, rebut bola cepat dan hilangnya juga tidak lama,”akunya.

Situasi ini sama persis saat melawan Persela Lamongan. Namun berhasil dengan waktu ketika menjamu tim Mahesa Jenar. Ada jeda beberapa kali. Dirinya mengingatkan kepada pemain, untuk balik lagi dan sabar. “Terutama kita harus hilang dengan dua holding pada saat kita dari bawah. Terus holding yang satunya boleh. Pergi tapi muncul dari belakang bukan terima bola dari pemain belakang,”paparnya.

Karena ini menurutnya membahayakan sekali. Sebab saat melawan PSIS Semarang, ada dua pemain berbahaya milik Mahesa Jenar di lini depan. Plus ditambah lagi memiliki winger yang pintar walau speed-nya/kecepatannya tidak terlalu cepat.   Saat ini yang terpenting dalam bermain,pemain harus bisa enjoy dan rileks.

Pelatih Persipura Rahmad Darmawan
Pelatih Persipura Rahmad Darmawan

Antara Talenta Individu dan Kerja Tim

Coach RD mengaku ada beberapa kesalahan dari setiap individu. Salah satunya terlalu banyak dribbling yang sebenarnya tidak perlu.

“Saya selalu juga ingatkan untuk simple play di zona kita, di zona tengah. Lalu di zona pertahanan lawan, silahkan ada improvisasi disana. Ada empat cara, sudah saya ingatkan,”ungkapnya.

Empat cara itu adalah penetrasi itu dribbling,kombinasi play atau permainan satu dua atau wing play atau cross bola (umpan silang-red) dan ada long shoot.

“Itu yang kadang – kadang, okey kita selalu dapat momen  di satu situasi. Tetapi terlalu banyak dribbling di lini lapangan tengah yang mengakibatkan akhirnya momentum untuk bermain cepat jadi berkurang. Akhirnya lawan sudah menutup pertahanan mereka, karena lamanya pemain sering melakukan dribbling/menggiring bola,”bebernya.

“Ini yang masih menjadi pekerjaan kita. Karena memang sekali lagi. Anak – anak Papua kalau main bola, mereka menikmati permainan. Jadi mereka juga pengen acrobat pengen enjoy, tidak indah. Ini kan tugas berat buat saya. Bagaimana menyatukan kelebihan individual mereka ke dalam sebuah tim. Ini yang selalu saya ingatkan. Ayo kita harus selalu paham tentang kapan tim work (kerja tim-red) harus kita lakukan. Kapan individu harus kerja,”sambungnya.

Skuad Persipura saat menjalani latihan di Stadion Lukas Enembe
Skuad Persipura saat menjalani latihan di Stadion Lukas Enembe

Belajar dari Sang Maestro

Tetapi dirinya menekankan individu juga penting. Karena pemain paling mahal di dunia, karena kemampuan individu dan bukan karena hanya tim work.

Seraya memberikan contoh pemain Argentina, Leonel Messi yang hebat karena sebagai individu. Namun pemain dunia sekelas Messi mampu menempatkan dirinya sebagai tim, ketika dia membutuhkan untuk kombinasi play, dibutuhkan untuk penetrasi dan diberikan kepada kawannya saat bermain.

Lantas bagaimana dengan Williams Jose Lugo Ladera akrab dipanggil Lugo, di pertandingan Sabtu malam (19/6/2026) selalu salah dalam mengover bola ke rekan setim-nya.

Kata RD, sebagai pelatih dirinya mempunyai catatan statistic dan juga berdiskusi dengan tim analis Persipura Jayapura. Diakuinya memang ada salah, semua pemain jelas pasti ada melakukan kesalahan, ketika berada dalam sebuah pertandingan.

Namun dirinya kurang sependapat, ketika dikatakan semuanya salah langkah, salah over.

“Tetapi tidak juga, karena dilihat dari frekuensi jumlah sentuhan, passing saya rasa tidak. Gol tadi aksis dari Lugo ke Gunansar dan ke Kelly. Jadi memang ada dia buat sesuatu yang baik dan bagus. Tetapi ada juga yang salah. Tapi over all hari ini bisa tercover. Tapi kita akan tetap evaluasi,”janjinya.

Sebagai pelatih dirinya menegaskan akan selalu berada di depan untuk mengatakan apapun tentang Tim Persipura Jayapura.

“Saya akan bersama – sama dengan pemain berusaha untuk memenangkan dua pertandingan sisa,”tegasnya.

Tim Mutiara Hitam akan bertolak menuju Kota Gudeg Yogyakarta memboyong 23 pemain, pada tanggal 23 April dari Jayapura.

Selanjutnya 24 April akan menjalani latihan rutin. Tanggal 25 April official training. Kemudian tanggal Sabtu 26 April bertanding melawan Persipal Palu.

Kita doakan semoga tim kebanggaan kita orang Papua, akan all out menuntaskan dua laga sisa dengan hasil sempurna. Sehingga bisa kembali ke tahta tertinggi sepakbola tanah air Liga 1. Satu pesan terus diingatkan oleh sang pelati,  tetap fokus, tetap rendah hati, dan tuntaskan perjalanan dengan kemenangan. (odea julia/udin)

Jadikan Postingan ini Sebagai Diskusi