Jayapura,Indotimur —
Suasana di kompleks perumahan prajurit Kodam lama di Kelurahan Numbai, Kota Jayapura, mendadak berubah mencekam pada Selasa siang (10/3/2026). Sekitar pukul 13.00 WIT, kobaran api terlihat membesar dari salah satu rumah dan dengan cepat merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
Warga dan prajurit yang berada di lokasi berusaha menyelamatkan barang-barang penting sambil menunggu bantuan pemadaman. Kepulan asap hitam membumbung tinggi, sementara api melalap rumah-rumah di kawasan yang sebagian besar dihuni keluarga prajurit.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ia menjelaskan bahwa kebakaran terjadi di kompleks perumahan prajurit Kodam lama di RT 03/RW 05, Kelurahan Numbai.
Menurutnya, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah.
“Saat ini api sudah berhasil dipadamkan. Untuk mengetahui lebih jelas penyebab kejadian tersebut, Kodam XVII/Cenderawasih telah membentuk tim untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut,” ujar Tri Purwanto dalam keterangannya.
Api yang cepat menyebar membuat sejumlah rumah tidak dapat diselamatkan. Berdasarkan data sementara, 22 rumah prajurit dilaporkan terbakar, terdiri dari 19 rumah yang dihuni keluarga prajurit serta tiga rumah dalam keadaan kosong.
Akibat kejadian ini, 64 jiwa terdampak dan harus meninggalkan tempat tinggal mereka.
Meski tidak ada laporan korban jiwa, peristiwa tersebut meninggalkan kerugian besar bagi para penghuni yang kehilangan tempat tinggal dan sebagian harta benda.
Saat ini, para korban kebakaran telah ditampung oleh satuan masing-masing sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
“Saat ini para korban kebakaran telah ditampung oleh satuan masing-masing,” tambah Tri Purwanto.
Sementara itu, aparat Kodam XVII/Cenderawasih bersama pihak terkait masih melakukan pendataan kerugian serta memastikan penyebab pasti kebakaran melalui penyelidikan lebih lanjut.
Bagi para keluarga prajurit yang terdampak, peristiwa ini menjadi ujian berat. Namun solidaritas antar anggota satuan diharapkan dapat membantu mereka bangkit kembali setelah musibah tersebut. (rls/lia)





